Syamsudin Arif : Sahabat Nabi Berdakwah Hingga Allah Memanggil Pulang

Islamedia – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta menggelar perkuliahan terakhir untuk angkatan kelimanya pada Rabu malam (15/03) pekan lalu di Ruang Kelas INSISTS lantai 2 di bilangan Kalibata Utara, Jakarta, dengan mengambil tema Serba-serbi Dakwah. Dr. Syamsuddin Arif bertindak sebagai narasumber pada perkuliahan tersebut. Alumni Pesantren Gontor ini membuka perkuliahan dengan menyatakan bahwa ilmu dakwah adalah ilmu komunikasi.

Selain harus memiliki dasar keilmuan yang memadai, juga harus memahami karakter objek dakwah atau mad’u-nya,” demikian tambahnya lagi. Menggunakan medium dan metode yang tepat juga akan sangat membantu proses dakwah.

Disampaikan pula dengan gamblang bahwa metode dakwah sangat beragam, mulai dari yang konstruktif atau pembinaan, persuasif atau bujukan, hingga konfrontatif. “Mungkin belum banyak yang paham bahwa metode dakwah konfrontatif juga merupakan metode yang dapat dipakai,” ujarnya.

Syamsuddin Arif memberikan contoh metode ini saat Nabi Ibrahim as melakukan penghancuran terhadap berhala sesembahan di jamannya. Hal itu dilakukan demi menyadarkan umatnya bahwa patung tidak memiliki daya upaya apapun sehingga tak layak disembah. Bahkan melawan kemaksiatan secara fisikpun merupakan dakwah.

Dahulu para sahabat menyebar ke berbagai negeri untuk berdakwah. Jika tidak bisa jadi Islam belum sampai kepada kita sekarang ini. Mereka berdakwah hingga Allah memanggil mereka pulang,” demikian pungkas Syamsuddin ketika menjadikan generasi sahabat Rasulullah saw sebagai cermin.

Selepas perkuliahan, salah seorang peserta perkuliahan, Luthfir Rahman, berkomentar, “Alhamdulillah, saya mendapat pemahaman lebih luas tentang dunia dakwah dan semakin sadar bahwa dakwah itu tidak sesempit yang saya bayangkan”. [islamedia/taufik/abe]

Facebook Comments