Masa kejayaan Islam Akankah Terulang Kembali?

Islamedia – Peradaban maju karena adanya kecintaan terhadap ilmu, begitulah yang terjadi ketika masa kejayaan Islam. “Islam mengangkat harkat dan martabat masyarakat Jazirah Arab yang tadinya terisolisir dan sibuk dengan dirinya sendiri. Islam menghapus kejahilan dan menggantinya dengan kecintaan terhadap ilmu. Peradaban Islam telah melahirkan tradisi ilmu dikalangan masyarakat Arab,” jelas Akmal di hadapan para peserta Sekolah Pemikiran Islam Jakarta, Rabu (01/03) silam.

Perkuliahan SPI yang diselenggarakan di markas Institute For the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) kali ini mengupas tema ‘The Golden Age of Islam’.

Kejayaan dicapai dalam berbagi bidang keilmuan seperti sains, teknologi, militer dan sebagainya. Begitulah gambaran yang terjadi pada masa-masa kejayaan Islam,” jelas tokoh pendiri SPI ini. “Jelas, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti dulu lagi, kita harus menggunakan ilmu. Hal ini tentu membutuhkan proses yang cukup panjang, tidak sebatas satu generasi, melainkan berkelanjutan. Kalau konteksnya peradaban maka nggak bisa dicapai dalam waktu singkat,” tambahnya.

Kejayaan Islam di masa lalu terwujud dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, astronomi, rekayasa teknik, kesehatan, eksplorasi, hingga gaya hidup. Semua itu tidak menutup kemungkinan dapat terulang lagi, tergantung bagaimana kita menyiapkan generasi masa depan.

Peradaban ilmu ini bermula dari tauhid, dan tauhid menjelaskan jati diri manusia dan hakikat hidupnya. Seorang muslim harus mencintai ilmu karena jiwanya ingin mengenal Al-’Aliim. Peradaban berbasis ilmu inilah yang mampu berjaya dan memberikan pencerahan kepada dunia,” jelas Akmal dalam pemaparannya.

Akmal optimis bahwa masa keemasan Islam akan terulang kembali. “Tidak ada alasan untuk kita tidak mampu mengulang pencapaian umat Islam dahulu,” pungkas Akmal.

Saya semakin bangga menjadikan Islam sebagai pilihan hidup, sekaligus merasa sangat rindu untuk kembali ke jaman keemasan Islam,” ujar Taufik Zain, salah seorang peserta SPI Jakarta, ketika ditanyakan kesannya selama mengikuti pemaparan materi The Golden Age of Islam. [islamedia/azim/abe]

Facebook Comments