Ada Semangat Baru di SPI Fatahillah

Islamedia – Peserta Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah Angkatan ke-5 menyambut gembira masa perkuliahan yang baru. Sebanyak 20-an orang peserta bertahan untuk melanjutkan kuliah di semester kedua yang dimulai pada tanggal 11 Januari 2017 dan direncanakan berakhir pada pertengahan Maret 2017. Perkuliahan pada semester ini akan diisi dengan materi-materi yang lebih menantang dibandingkan dengan semester lalu.

Perkuliahan yang semula diadakan di Gedung Suara Islam, kali ini beralih ke kantor Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Gedung Gema Insani di bilangan Kalibata. Meski jaraknya tak jauh dari lokasi sebelumnya, namun suasana yang begitu berbeda menumbuhkan kembali semangat belajar para peserta.

Tak hanya itu, pertemuan pertama pun diisi oleh Kepala Sekolah SPI Pusat yang juga merupakan seorang penulis ternama, Akmal Sjafril, M.Pd.I. Menurut penuturan mayoritas peserta, materi yang dibawakan oleh Akmal menjadi sangat menarik dengan cara penyajian, bahasa dan pembawaannya yang khas. Hal tersebut semakin menambah semangat belajar para peserta.

Materi yang diberikan kali ini bertemakan “Sekularisme”. “Sekularisme adalah ideologi yang lahir dari Barat dan merupakan produk spesifik dari perngalaman masyarakat Barat. Sekularisme membuat dampak pemikiran yang dahsyat kepada barat, sehingga Kristen tidak lagi mewarnai Barat, bahkan kini Kristen-lah yang ter-Barat-kan,” ujar Akmal dalam uraiannya. Akmal juga menekankan bahwa Islam selamanya tidak akan pernah sejalan dengan sekularisme, sebab pandangan hidup Islam lebih mulia dibandingkan pandangan hidup sekuler.

Menurut salah seorang peserta, Yeni Rahma, “Mempelajari materi sekularisme itu seperti menyapu kabut saat mendaki. Artinya, membuat pikiran yang carut-marut menjadi jernih.” [irma/islamedia/abe]

Facebook Comments