Wapres JK : Sertifikasi Khatib Tidak Mudah

Ilustrasi Khatib Jum'at (image.google)

Islamedia – Wacana sertifikasi khatib Jum’at yang dilontarkan pemerintah melalui kementerian agama menuai kontroversi, bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menilai kebijakan tersebut tidak mudah untuk dilakukan karena masjid di Indonesia dibangun oleh masyarakat, bukan oleh pemerintah.

“Masjid di Indonesia dibangun dan diatur oleh masyarakat. Dakwah di Indonesia itu dakwah komunitas sehingga tidak mudah untuk mengatur itu,” ujar Jusuf Kalla, dilansir Antara, Jumat (03/02).

Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan, di dunia ini hanya tiga negara yang masjidnya dibangun oleh masyarakat yaitu Indonesia, India dan Pakistan.

Selebihnya masjid-masjid dibangun oleh pemerintah seperti Malaysia, negara-negara Timur Tengah hingga Turki.

“Kalau di Malaysia justru khutbah itu tersentralisasi karena imam merupakan pegawai pemerintah,” katanya.

Di samping itu, jumlah masjid di Indonesia juga mencapai sekitar satu juta dengan jumlah mubalig seperti khatib termasuk imam sekitar lima juta orang.

“Memang tidak mudah, tapi yang penting harus tahu keahliannya,” katanya seraya menambahkan saat ini salah satu program DMI adalah membuat aplikasi Masjidku untuk mengklasifikasi keahlian para khatib dalam bidang masing-masing misalnya di bidang tafsir, fiqih dan lain-lain sehingga masyarakat bisa memilih sendiri khatib sesuai keahliannya.[Islamedia/ant/YL]

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia РSetelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta