Felix Siauw : Islam Datang Mendamaikan Semua

felix siauw

Islamedia –¬†Fakta membuktikan, sebelum datangnya Islam ke tanah Arab, suku-suku disana terpecah belah, kebanggan suku menguasai mereka sehingga perang tak terhindarkan

Begitu yang dialami oleh suku Aus dan Khazraj yang berseteru ratusan tahun lamanya, begitu juga perselisihan antara satu bani dengan lainnya di Makkah

Belum lagi permusuhan antar etnis, Arab dan Yahudi senantiasa berlainan pendapat, saling ancam, saling merasa lebih superior, permusuhan pun tak terelakkan

Begitu juga perbudakan karena perbedaan warna kulit, kasta masyarakat tersebab nasab, kebangsawanan atau sebab uang dan kekuasaan, semuanya sebabkan masalah

Saat Islam datang, semua penyebab permusuhan itu dihancurkan, tidak ada lagi beda sebab hal yang tak penting, semua ikatan diganti dengan ukhuwah, atas asas aqidah

Faktanya, ketika tampuk kekuasaan di tangan Islam, kedamaian datang, sebab aturan Islam bukan datang dari manusia yang penuh kepentingan, tapi datang dari Allah

Tapi lihatlah ketika kepemimpinan diberikan pada orang kafir atau orang Muslim yang tak jelas Islamnya. Perselisihan datang terus-menerus tanpa henti, silih berganti

Mulai dari penistaan Al-Qur’an, penghinaan pada ulama, sampai percik masalah antaragama mengemuka, kebencian ditiupkan pada yang membela Islam, sang penista dibiarkan

Tengok tempat-tempat dimana Muslim mayoritas, semua dibiarkan asal saling menghormati. Tapi lihat dimana Muslim minoritas, maka ditekan, diancam, dihabisi, dilumat

Faktanya begitu, karena itulah hukum Allah tak mungkin salah, bahwasanya Muslim harus dipimpin seorang Muslim juga, dan juga wajib menerapkan syariat Islam, Kitabullah dan Sunnah

Dan itu yang harus kita sadari, kita pahami, dan kita dakwahkan terus menerus, agar dunia ini bisa mencicipi kedamaian, maka haruslah semua diatur hukum Allah

 

Ustadz Felix Siauw

[islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Ustadz Felix Siauw : Meskipun Orang Tua Berbeda Keyakinan, Hormatilah dan Perlakukanlah dengan Santun

Islamedia – Mubaligh muda yang merupakan seorang Mualaf