Setelah Rizal Ramli Dicopot, Luhut Evaluasi Ulang Pembatalan Proyek Reklamasi Pulau G, Ada Apa?

Islamedia – Tidak lama setelah Rizal Ramli dicopot dari jabatan Menko Kemaritiman, penggantinya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan evaluasi status pembatalan proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta.

Dilansir republika, Luhut mengaku pihaknya tidak membatalkan status tersebut, namun melakukan pengkajian termasuk mengumpulkan data dan studi dari sejumlah pihak, diantaranya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung dan pihak dari Rotterdam (Belanda).

Enggak dibatalkan. Sedang kami evaluasi statusnya bagaimana. Kita jangan cepat-cepat berkomentar yang enggak jelas,” ujar Mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan ingin menegakkan peraturan terkait masalah tersebut.

Kita harus jernih melihat ini. Jangan banyak omong yang tidak jelas. Saya akan lihat jernih dan saya tidak suka orang ‘ngomong’ kita enggak ngerti atau apa. Saya hanya ingin menegakkan peraturan dan ketentuan yang ada. Tidak lebih dan tidak kurang,” lanjutnya.

Proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta dibatalkan oleh Rizal Ramli, Menko Kemaritiman yang sebelumnya. Pasalnya proyek tersebut dinilai melakukan pelanggaran berat karena membahayakan lingkungan hidup, lalu lintas laut dan proyek vital.

Pengembang Pulau G, yang merupakan anak perusahaan Agung Podomoro Land, PT Muara Wisesa Samudera, dinilai melakukan pelanggaran berat karena membangun di atas jaringan kabel listrik milik PT PLN (Persero).

Pulau itu juga dinilai mengganggu lalu lintas kapal nelayan yang seharusnya bisa dengan mudah berlabuh di Muara Angke.

Berdasarkan analisa Komite Gabungan, kata Rizal, reklamasi Pulau G juga dibangun sembarangan secara teknis karena dampaknya yang merusak lingkungan hingga membunuh biota.

Dalam rakor tersebut, diputuskan pula sejumlah pulau reklamasi yang melakukan pelanggaran sedang dan ringan, selain pelanggaran berat yang dilakukan pengembang untuk Pulau G. [republika/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Terkait Reklamasi Teluk Jakarta, PKS Pertimbangkan Usulan Hak Interpelasi Terhadap Ahok

Islamedia – Hak interpelasi terhadap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)