Kudeta Gagal di Turki dan Ujian Loyalitas Keislaman

Islamedia – Dunia telah dihentakkan dengan kasus percobaan kudeta militer di Turki. Kudeta yang bertujuan menggulingkan presiden yang sah Recep Tayyib Erdogan ini berakhir dengan kegagalan. Dari pimpinan militer berpangkat bintang empat hingga tentara kroco yang terlibat percobaan kudeta telah dan sedang dalam proses dijebloskan ke penjara, untuk selanjutnya Republik Turki sedang dalam perdebatan, menunggu pengesahan konstitusi apakah dihukum mati atau hanya dipenjara bagi para pelaku kudeta.

Turki, yang kini digadang oleh banyak umat Islam agar menjadi tonggak kebangkitan khilafah Ottoman yang telah terkubur hampir selama 1 abad, terus menarik perhatian dunia di setiap gerak gerik dan perkembangannya. Pada kasus percobaan kudeta ini, setidaknya kita dapat melihat polarisasi dunia politik global: ada yang menentang kudeta dan ada yang berharap sekali kudeta tersebut berhasil meski di permukaan mereka menyatakan ketidaksetujuannya dengan kudeta.

Kutub pertama, negara-negara Islam yang menolak kudeta

1). Arab Saudi. Hal ini terutama dapat dipahami Turki sebagai sekutu utama koalisi arab untuk menumpas Syiah houthi [1]Sekutu utama Turki dalam membantu Palestina dan menolak kudeta militer Mesir. [2]

2). Palestina (Hamas) [3] bahkan media Israel “gerah” dengan gagalnya kudeta di Turki sehingga Hamas merayakannya. [4]

3). Pakistan, sebagai salah satu sekutu Turki dan Arab Saudi dalam Koalisi Arab [5]

Selain negara-negara Islam tersebut, banyak pergerakan-pergerakan Islam menolak kudeta seperti Ikhwanul Muslimin [6], pejuang Suriah [7], dan juga pergerakan-pergerakan Islam di Indonesia [8], tak ketinggalan Partai Keadilan Sejahtera [9]

Kutub kedua, negara-negara yang mendukung kudeta?

1). Amerika Serikat. Secara resmi, Obama menolak kudeta dan membantah keterlibatan negaranya [10], tapi media-media dan menlu USA memberikan sinyal kuat bahwa mereka mendukung kudeta. Dalam acara Fox, mantan militer Ralph Peters, seorang Strategic Analyst Media Fox News mengungkapkan secara gamblang, apabila Kudeta berhasil maka “Kubu Islamis kalah dan Kita Menang”. [11]. Selain itu, hingga kini AS belum bersikap tegas atas tuntutan Turki untuk meng-ekstradisi Fethullah Gulen, tokoh yang diduga kuat sebagai otak utama kudeta militer 15 Juli 2016.

2). Uni Eropa. Uni Eropa yang “katanya” sangat menolak bentuk kudeta karena bertentangan dengan Demokrasi, bahkan termaktub dengan konstitusi Uni Eropa menyatakan menyayangkan penangkapan terhadap ribuan kubu kudeta. Halo Uni Eropa? Kalau kalian tidak mendukung kudeta kenapa juga tidak mendukung hukuman kepada pelaku kudeta? [12]

3). UAE. Semenjak kudeta di Mesir yang menggulingkan presiden demokratis Muhammad Mursi, UAE menjadi garda terdepan mendukung dalam mengkudeta pemerintahan yang berbasis Islam. Menlu UAE Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan terang-terangan mendukung kudeta atas Turki dalam tweet-nya yang kemudian dihapus [13].

4). Mesir. Tak perlu disangsikan lagi, Negara yang saat ini dikuasai junta militer hasil dari penggulingan presiden demokratis pertama Mohammed Mursi, ingin sekali punya “teman” yang sama-sama pengkudeta. [14]

5). Israel. Sudah jelas. [15] Fethullah Gulen yang dianggap kuat sebagai otak kudeta militer turki ini terbukti kuat memiliki hubungan dengan Israel [17].

6). Iran dan Suriah Bashar Al Assad [17]. Koalisi solid Syiah ini dapat dipastikan tidak suka dengan Erdogan, karena kebijakan politik Turki yang memusuhi pemimpin Syiah Nushairiyah Assad.

Dari pembagian ini tampaklah jelas mana lawan dan kawan, tampak mana yang memusuhi kepentingan umat Islam, dan mana yang mendukung kepentingan umat Islam. Adanya percobaan kudeta ini menjadi ujian loyalitas keislaman dan keimanan seorang muslim. Apakah ia berpihak kepada umat Islam atau kepada pihak yang memusuhi Islam?

Al Wala wal Bara’ (Loyalitas dan anti loyalitas)

Al-Wala` adalah loyalitas dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta kaum mukminin. Sedangkan al-Bara` adalah benci dan berlepas diri dari musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya serta musuh-musuh kaum mukminin. Bagi seorang mukmin, wajiblah ia, baik dalam hati, perkataan, maupun perbuatan haruslah cenderung dan mendukung apa-apa yang ada dalam Islam, utuh secara komprehensif. Apakah dalam hal Aqidah, Ibadah, ataupun Muamalah. Seorang muslim haruslah mendukung apa yang baik untuk Ummat Islam, dan membenci apa yang buruk untuk Islam.

Ketika Turki menjadi negara yang terdepan dalam membantu umat Islam di:

1). Mesir, karena dibantai oleh rezim kudeta militer di bawah diktator As Sisi.

2). Palestina (Gaza), dengan tiada henti terus memberikan bantuan kepada warga Gaza. Bahkan Turki berhasil mendesak Israel untuk meminta maaf atas kasus Mavi Marmara sehingga mau membuka blokade agar masuknya bantuan ke Gaza.

3). Erdogan langsung turun langsung menemui pengungsi Rohingya yang diburu dan dibantai oleh kaum Budha Myanmar.

4). Turki juga mendukung penumpasan Syiah Houthi yang melakukan kudeta kepada presiden yang sah.

5). Tak perlu ditanyakan lagi bantuan apa Turki untuk pengungsi Suriah. Dengan jumlah tampungan melebihi 2 juta orang, Turki menjadi negara terbesar dalam menampung pengungsi Suriah.

Ketika Turki dipimpin oleh Presiden Erdogan yang:

1). Fasih membaca Al Quran pada berbagai kesempatan sebagai bentuk suri tauladan kepada rakyatnya untuk senantiasa dekat dengan kalamullah.

2). Mau menjadi muadzin untuk shalat subuh.

3). Senantiasa dekat dengan rakyatnya.

Maka, jika ada seorang muslim mendukung penuh kudeta di Turki untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di bawah kendali Erdogan, sehingga pada ujungnya Turki terpuruk, kacau, porak poranda, sehingga jangankan untuk membantu umat Islam di negara lain untuk mengurusi umat Islam dalam negeri Turki pun akan kesulitan, dapatlah kita pertanyakan ke mana keislaman dan keimanannya?

Ditulis Oleh Aji Teguh Prihatno

Referensi:

[1]. http://www.spa.gov.sa/viewstory.php?lang=en&newsid=1519329

[2] http://dohanews.co/qatar-denounces-coup-attempt-turkey/

[3] http://aa.com.tr/en/middle-east/hamas-praises-turkish-peoples-stand-against-coup-bid/613787

[4]  http://www.jpost.com/Middle-East/Hamas-Arab-Israelis-celebrate-failure-of-attempted-Turkey-coup-460678

[5] http://aa.com.tr/en/asia-pacific/thousands-rally-in-pakistan-in-solidarity-with-turkey-/613846

[6]  http://aa.com.tr/en/europe/muslim-brotherhood-hails-turkish-defense-of-democracy/612728

[7] http://www.bumisyam.com/2016/07/pejuang-suriah-turki-berhasil-kalahkan-konspirasi-terhadap-erdogan.html/

[8] http://www.antaranews.com/berita/573515/muhammadiyah-kecam-teror-di-prancis-dan-kudeta-turki.

[9] http://www.pks.or.id/content/indonesia-tak-mungkin-tiru-kudeta-militer-turki

[10] http://www.reuters.com/article/us-turkey-security-obama-idUSKCN102219?il=0

[11] https://twitter.com/FoxNews/status/754112160423215104

[12] http://mubasher.aljazeera.net/news/arabic-and-international/2016/07/2016718183620111279.htm

[13] http://www.awdnews.com/political/was-uae-behind-the-coup-attempt-in-turkey

[14] http://www.haaretz.com/middle-east-news/turkey/1.731367

[15]  http://www.haaretz.com/middle-east-news/turkey/1.731349http://www.timesofisrael.com/israel-was-in-favor-of-turkey-coup-arab-mk-claims/,  http://www.timesofisrael.com/alleged-coup-leader-was-military-attache-to-israel/http://www.haaretz.com/middle-east-news/turkey/1.731349

[16] http://www.dakwatuna.com/2016/07/17/81551/siapakah-fethullah-gulen/#axzz4F5JHrvKr

[17] http://www.presstv.ir/Detail/2016/07/18/475713/Syria-Assad-Turkey-coup-Erdogan-purge

Facebook Comments

You may also like

Pria Bersenjata Serang Diskotik di Turki, 35 Orang Meninggal Dunia

Islamedia – Sebuah diskotik di Ortakoy Turki mendapat