Aktivis Ikhwan Yang Tengah Dipenjara Rezim As-Sisi, Nyatakan Bangga Atas Perjuangan Rakyat Turki Melawan Kudeta

Pelajaran dari Kudeta Militer Turki

Islamedia – Putra pimpinan Ikhwanul Muslimin Essam El-Haddad dan saudara kandung Gehad El-Haddad, Abdullah El-Haddad yang merupakan penasihat senior dan juru bicara media Ikhwanul Muslimin yang saat ini tengah dipenjara rezim As-Sisi, berbicara mengenai kudeta gagal di Turki.

Rakyat Turki telah menciptakan hari bersejarah” dan “memberi harapan pada jutaan rakyat Mesir,” ujar Haddad.

Sekelompok kecil dalam militer Turki yang memiliki asosiasi dengan Organisasi Teroris Fethullah (FTO) melakukan upaya kudeta Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli. Jutaan rakyat Turki kemudian turun ke jalan melawan kudeta. 240 orang gugur dan 1500 lainnya terluka karena mempertahankan demokrasi.

Mereka tunjukan keberanian yang signifikan dan keteguhan. Rakyat dari berbagai macam etnis, agama dan latar belakang politik bersatu melawan kudeta,” kata Haddad, dikutip dailysabah.

Mereka melawan senjata dan tank dengan telanjang dada. Rasa duka cita saya pada mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Rakyat Turki telah menciptakan hari bersejarah yang baru dalam sejarah modern negara,” tambahnya.

Haddad yang merupakan eks juru bicara Ikhwanul Muslimin di Inggris, mengatakan bahwa ia syok dengan apa yang ia dengar tentang upaya kudeta.

Pertama, saya syok. kemudian saat saya lihat tank, saya menjadi teringat dan khawatir karena di Mesir kejadian tersebut berakhir dengan tumpah darah,” ujarnya.

Saat rakyat mulai turun ke jalan untuk merayakan dan tank mulai mundur, saya merasa bangga dengan saudara-saudara saya di Turki yang berjuang keras untuk negara mereka,” tandasnya.

Ia menekankan, respon pemerintah terhadap kudeta sangat penting pada malam itu. Selain itu, respon partai oposisi pada upaya kudeta juga sangat penting.

Presiden bersama pejabat pemerintah terpilih, mencegah upaya kudeta dengan mengeluarkan keputusan cerdas dan memobilisasi rakyat di jalan. Bagi kami, sebagai aktivis anti kudeta, kami belajar banyak dari perjuangan mereka,” lanjutnya.

Sayangnya, dalam kasus Mesir, partai oposisi menyambut kudeta militer, mendukung pembunuhan massal, membantu junta Mesir memberangus gerakan anti kudeta,” katanya.

Haddad mengatakan junta Mesir dan Turki sama-sama memiliki nilai yang rusak.

Mereka tidak mengindahkan keinginan rakyat, mengarahkan senjata mereka pada sipil dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia,” imbuhnya.

Dewan Keamanan PBB mengecam upaya kudeta di Turki dan meminta semua partai untuk menghormati pemerintahan yang terpilih secara demokratis. Namun, hal tersebut gagal diadopsi setelah keberatan Mesir atas terminologi itu.

Bukanlah sebuah kejutan bahwa As-Sisi akan mengambil tindakan seperti ini. Kesuksesan perjuangan melawan kudeta dan foto para jenderal yang dipenjara akan menjadi mimpi buruk bagi As-Sisi dan junta,” terang Haddad.

Rakyat Turki,” lanjut Haddad, “Beri harapan pada jutaan rakyat Mesir dengan perlawanan atas upaya kudeta ini“.

Sebagai rakyat Mesir yang ayah dan saudaranya ditahan oleh junta As-Sisi, saya berharap kudeta Mesir akan berakhir dan saya bisa bertemu mereka kembali,” ungkapnya.

Setelah gagalnya kudeta di Turki, Ikhwanul Muslimin di Mesir menyampaikan selamat pada rakyat Turki, presiden dan pemerintah dalam melawan upaya kudeta militer.

Melalui website resminya, Ikhwanul Muslimin menyatakan: “Ikhwanul Muslimin melalui kesempatan ini menyampaikan apresiasi atas sikap terhormat Turki dalam semua isu-isu penting di seluruh dunia dalam mendukung kebenaran dan keadilan, menolak kudeta militer, terutama kudeta militer berbahaya di Mesir.” [islamedia/abe]

Facebook Comments

You may also like

Pria Bersenjata Serang Diskotik di Turki, 35 Orang Meninggal Dunia

Islamedia – Sebuah diskotik di Ortakoy Turki mendapat