ICMI Pertanyakan Sikap Luhut Soal PKI

Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat Anton Tabah Digdoyo mempertanyakan sikap Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang terkesan membela oknum penjual kaus lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) melalui pernyataannya beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, Luhut yang notabene purnawirawan TNI seharusnya mengetahui persis sepak terjang PKI yang dogma dasarnya atheis dan memaksakan kehendak dengan  bengis.

“Pemberontakan PKI 48 membuat ribuan santri, kiai dan ulama yang disembelih. PKI kalah dan diampuni. Pemberontakan PKI 65, jendral-jendral dibunuh juga dengan bengis. PKI kalah lagi. Ini bangsa Indonesia tanpa ampun,” ujar Anton, dikutip dari Republika.co.id, Rabu, (11/5).

Anton mengatakan, pelaku peristiwa G30S adalah PKI. Namun, pemerintah selalu memberikan ampunan padahal PKI telah memberontak pada tahun 1948. Oleh karena itu semua pihak harus melihatnya secara luas dengan prolog dan epilognya terkait keberadaan PKI yang selalu berlaku bengis dan beringas untuk mewujudkan cita-citanya.

“Ketetapan negara sudah jelas dan tegas. Tap MPRS XXV/1966 dengan fakta bukti saksi yang terang benderang,” kata Pensiunan jenderal yang juga Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat itu.

Sikap Pemerintah yang sepertinya ragu terhadap PKI sehingga muncul wacana pemerintah akan meminta maaf kepada PKI dan keluarganya, menurut Anton, Jika keadaan itu dibiarkan negara bisa hancur jika setiap ganti penguasa berubah kebijakan. Padahal isu PKI adalah hal yang sangat sensitif dan tidak bisa dimaafkan.

“Jika tiap menghadapi masalah bilang negara ada di tengah bagaimana dengan tuntutan masyarakat agar naskah Pancasila kembali ke naskah asli Piagam Jakarta. Kenapa negara bisa mengatakan Pancasila sudah final. Tapi terhadap PKI tidak bisa,” imbuhnya.

Untuk mencegah PKI tidak lagi bangkit di Inonesia, Anton Tabah menyarankan Luhut yang dekat dengan Presiden Jokowi untuk memberikan saran dan masukan yang benar dan terbaik tentang PKI. Dia menilai, Jokowi mungkin saja kurang mengerti tentang sepak terjang PKI yang telah dua kali melakukan pemberontakan. [republika/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Setelah Rizal Ramli Dicopot, Luhut Evaluasi Ulang Pembatalan Proyek Reklamasi Pulau G, Ada Apa?

Islamedia – Tidak lama setelah Rizal Ramli dicopot dari jabatan