Resmikan Islamic Center di Amerika, Presiden Erdogan ‘Sentil’ Capres AS yang Anti Islam

Pidato Presiden Erdogan saat peresmian masjid dan pusat kebudayaan Islam di Maryland, AS (voa)

Islamedia – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Sabtu (2/4/2016) waktu setempat atau Ahad (3/4/2016) Wib, meresmikan masjid yang juga pusat kebudayaan islam di Lanham, Maryland, Amerika.

Masjid dengan kubah berarsitektur era Ottoman merupakan bagian dari kompleks Diyanet Islamic Cultural Center of America. Pemerintah Turki membangunnya dengan dana hingga US$ 110 juta.

Dengan peresmian ini, terasa seruan Donald Trump, kandidat calon presiden dari Partai Republik yang menyerukan pelarangan Muslim masuk AS, tidak lagi punya makna.

‘’Sangat disayangkan kita harus melalui saat-saat menantang di seluruh dunia. Intoleransi terhadap Muslim meningkat tidak hanya di AS, tetapi juga di berbagai belahan penjuru dunia,” ujar Erdogan.

‘’Itulah alasan saya yakin pusat ini akan memainkan peran penting,” katanya menambahkan, disambut gempita sorak ribuan massa dari beragam latar dan usia, sebagaimana dirilis AFP.

Kompleks pusat kebudayaan Islam itu merupakan bangunan satu-satunya di Amerika yang menampilkan dua menara, mengingatkan orang pada zaman keemasan arsitektur Ottoman pada abad ke-16, mirip bangunan Masjid Sulaymaniyah di Istanbul.

‘’Terorisme tidak pernah punya agama, tidak pernah punya bangsa, tidak pernah punya kewarganegaraan, juga tidak akan pernah punya akar atau suku. Tidak bisa diterima jika Muslim di dunia dipaksa membayar harga atas horor dan sakit yang diciptakan segenggam teroris setelah 9/11,” tutur Erdogan, merujuk teror 11 September 2001 di tanah AS.

Menurut Erdogan, sentimen anti-Muslim dalam kampanye Presiden AS ‘’sangat menarik sekaligus mengejutkan”.

Sebagaimana diketahui kandidat unggulan dari Partai Republik, Donald Trump, dalam kampanyenya menunjukkan sikap anti Islam dengan menyerukan larangan bagi warga Muslim untuk masuk ke Amerika.

Namun, kata Erdogan, faktanya, seperti komunitas-komunitas lain di AS, komunitas Muslim juga berkontribusi memperkuat AS.

Ahsen Dasti (39), seorang yang hadir, mengatakan sangat suka komentar Erdogan tentang toleransi.
‘’Banyak retorika (di antara calon penghuni Gedung Putih/Presiden AS) yang sepertinya meminta membenci Muslim. Pusat ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk membangun jembatan di antara kultur yang berbeda-beda dan menunjukkan yang diperjuangkan Islam.”

Pengunjung lainnya, Ibrahim Chakhalidze (23), mengatakan, ‘’Ini ide yang sangat bagus, khususnya bagi pemuda Muslim. Arsitekturnya indah. Saya berharap bisa memiliki yang seperti ini di rumah, di Utah.”

Ia juga mengagumi fasilitas yang ada di pusat kebudayaan itu, mulai dari lapangan bola basket hingga sauna khas Turki. ‘’Saat kami melihat kompleks ini, kami merasa bangga sebagai Muslim.”.[islamedia/afp/harnas/YL]

Facebook Comments

You may also like

Ahmad Heryawan Bacakan Puisi Kemanusiaan untuk Aleppo di Pusat Perfilman Usmar Ismail

Islamedia – Ketua Majelis Syuro Persatuan Umat Islam (PUI)