Majalah Satire ‘Charlie Heboh’ Beredar Lecehkan Islam, Ada Upaya Ingin Buat Kegaduhan

Islamedia – Sebuah majalah satire dengan nama ‘Charlie Heboh’ telah muncul dan dinilai telah melakukan pelecehan terhadap Islam. Majalah ini dipromosikan lewat akun media sosial Facebook, dan sampelnya telah beredar di sejumlah toko buku terkemuka.

Seperti dilansir Republika, Ahad (3/4/2016) akun facebook tersebut menampilkan sejumlah foto, di antaranya foto majalah Charlie Heboh yang berada di sebuah rak majalah bersama dengan sejumlah majalah lainnya. Cover depan majalah dalam rak buku itu adalah karikatur seorang pria dengan berjenggot yang tergambar seperti ingin menyetubuhi seorang anak perempuan yang disebelahnya terdapat boneka dan tas sekolah.

Orang berjenggot itu berkata,”Ana cuma menjalankan sunnah nabi’. Sementara si bocah yang berteriak,”Saya masih ingin sekolah.” Di sekeliling gambar yang berlatar warna kuning tersebut tertulis: Sunnah…Sunnah…Sunnah….

Di bawah nama Majalah Charlie Heboh juga dituliskan: ‘Maaf Apabila Dalam Karikatur dan Komik akan Lebih Banyak Membahas Radikalisme Agama Islam, Secara adalah yang Mayoritas di Sini… Jangan Childish…’ Di sampingnya tertulis: ‘Tidak Disarankan Bagi Masyarakat Ultra Religius yang Kekurangan Piknik dan Kekurangan Hiburan’.

Akun facebook Charlie Heboh hingga berita ini diturunkan masih tetap aktif. Dalam akun facebook ini diposting sejumlah karikatur lainnya. Diantaranya tentang seorang pria berjenggot dan berpeci putih tangan kirinya membawa kepala yang terpenggal dengan pedang, dan tangan kanannya membawa poster bertuliskan: ‘We’re Hiring Brave Cartoonists’. Termasuk juga karikatur orang yang sama sedang membawa bom.

Peredaran majalah satire ini dianggap sebagai upaya untuk membuat kegaduhan dan memprovokasi umat Islam, oleh karenanya Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berharap umat berhati-hati dalam menyikapinya.

“Protes dan bantahan untuk setiap tindakan penistaan perlu dilakukan dengan cara yang  baik dan elegan,” ujarnya.

Namun demikian, ia minta aparat keamanan untuk dapat segera menemukan produsen konten tersebut, dan melakukan penindakan hukum yang tegas.[islamedia/rol/YL]

Facebook Comments

You may also like

Pernah Hutang Riba 2,1 Miliyar, Inilah 8 Langkah Cara Melunasinya

Islamedia – Pengusaha sukses asal Yogyakarta bernama Saptuari Sugiharto