Pengamat: Tidak Adanya Aturan Tegas di Lapangan, Upaya Boikot Produk Israel Hanya Pernyataan Simbolik

Menanggapi kebijakan Indonesia terkait pemboikotan produk Israel di Indonesia, pengamat Politik Timur Tengah, Abdul Muta’ali, meminta pemerintah agar menyiapkan langkah selanjutnya.

Ia mengatakan, dengan tidak adanya peraturan yang lebih tegas di lapangan, upaya pemboikotan produk Israel ini hanya menjadi pernyataan simbolik semata.

Lebih lanjut, Abdul mengungkapkan bahwa bahasa pemboikotan produk Israel bukanlah bahasa baru diantara negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Di berbagai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI hal ini pun sudah sering dibahas.

“Namun kenyataanya langkah ini hanya sebatas pernyataan simbolik yang tidak memiliki aturan tegas di lapangan,” katanya, seperti dilansir Republika, Rabu (16/3).

Jika Indonesia serius dengan pemboikotan tersebut, harusnya dibuat regulasi turunannya. Contoh konkretnya menteri-menteri di bidang ekonomi berkumpul membahas apa kebijakan yang tepat dilakukan di lapangan agar pemboikotan ini bisa berjalan.

Inilah, kata dia, yang menjadi permasalahannya. Indonesia tidak bisa berjalan sendiri di OKI bila banyak negara-negara di Timur Tengah ternyata masih sangat terikat dengan Israel. “Bila kenyataannya seperti itu tidak heran bila ada candaan yang muncul, kalau OKI dalam bahasa Inggrisnya OIC, menjadi Oh I See..,” katanya. [republika/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Pernah Hutang Riba 2,1 Miliyar, Inilah 8 Langkah Cara Melunasinya

Islamedia –┬áPengusaha sukses asal Yogyakarta bernama Saptuari Sugiharto