Walikota Bogor Hadiri Peresmian Kantor HTI, Pengacara Syiah ini Meradang

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Hadiri Peresmian Kantor DPD HTI Bogor. (foto:twitter)

Islamedia – Kehadiran Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam acara “Silaturahmi Tokoh dan Peresmian Kantor DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor” pada Senin, (08/02/2016) lalu sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Ada segelintir kelompok orang yang meradang dan mengecam kehadiran walikota bogor itu di acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut, mereka berdalih HTI adalah organisasi yang hendak mendirikan Khilafah Islamiyah dan dianggap menolak Pancasila sebagai asas tunggal dalam Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan.

Hal ini seperti disampaikan Sugeng Teguh Santoso, Ketua Yayasan Satu Keadilan, ia mengecam kehadiran Bima dalam acara tersebut. Menurut dia, sebagai pejabat, Bima tak patut hadir dalam acara organisasi yang menentang Pancasila.

“Di latar belakang foto itu tak ada bendera Merah Putih,” ungkap Sugeng, seperti dilansir tempo, Kamis (11/02/2016).

“Kehadiran Bima dalam acara itu, bisa dianggap melegitimasi HTI, dan ini melanggar sumpah jabatannya,” ujar Sugeng, yang juga menjadi pengacara kelompok Syiah dan pernah menggugat Walikota Bogor ini karena mengeluarkan surat edaran pelarangan perayaan Asyura yang digelar umat Syiah tahun lalu.

Merespon segelintir kecaman tersebut, Walikota Bogor, Bima Arya menanggapinya dengan santai, ia mengakui hadir dalam peresmian kantor HTI itu dan memuji kemandirian HTI di Kota Bogor hingga bisa punya kantor sendiri di Jalan Raya K.S. Tubun 19, Warung Jambu, Bogor Utara.

Kepada tokoh-tokoh HTI , Walikota Bogor ini bercerita, sejak 2008, ia sudah berdebat dengan pemimpin HTI soal kekhalifahan yang memimpin umat Islam.

“Dalam pidato itu, saya ajak HTI berfokus pada persoalan nyata di lapangan,” ujarnya.

Bima mengajak HTI untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan lain yang lebih menyentuh masyarakat. Seperti korupsi, kemiskinan, hingga pengangguran.

“Bagi saya, pemimpin harus mengayomi dan merawat silaturahim. Perbedaan keyakinan, agama, cara pandang, dan politik tak boleh jadi hambatan untuk silaturahim,” kata Bima.

Selain Walikota Bogor, hadir pula dalam acara tersebut Komandan Komando Daerah Militer 0606 Letnan Kolonel (Inf) Mukhamad Albar.[islamedia/tmp/YL]

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia – Setelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta