Paripurna Revisi UU KPK Ditunda, HNW : Fraksi Besar Masih Sibuk Lobi untuk Gol-kan Revisi UU KPK

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyesalkan penundaan pengesahan revisi UU KPK yang sedianya diagendakan dilaksanakan dalam rapat Paripurna DPR RI hari ini, Kamis (18/2).

Ia menyebutkan, jika alasan penundaan itu karena sebagian besar pimpinan DPR tidak di tempat publik mungkin bisa maklum, namun ia sayangkan jika ternyata penundaan dikarenakan fraksi-frkasi masih sibuk lakukan lobi.

“Tapi kalau digunakan untuk lobi-lobi oleh fraksi besar di DPR untuk mengegolkan revisi itu, sangat disayangkan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Republika.

Walaupun Fraksi PKS, menolak revisi UU KPK ini, menurut dia penundaan ini cenderung sangat politis. “Penundaan itu hanya karena fraksi-fraksi besar di DPR masih sibuk melakukan lobi untuk mengegolkan revisi UU KPK itu,” katanya.

Menurutnya penundaan paripurna yang akan membahas revisi UU KPK itu cenderun politis dan hanya akan membuat citra lembaga DPR makin terpuruk di mata publik. Salah satunya adalah stigma bahwa DPR antipemberantasan korupsi akan makin kuat, karena kepentingan politik atas revisi UU KPK ini.

Sementara itu, ketua DPR Ade Komaruddin mengatakan alasan penundaan ini dikarenakan Pimpinan DPR RI tidak bisa memenuhi kuorum. Karena dari lima pimpinan DPR RI hanya ia sendiri yang berada di Jakarta. Selain itu penundaan pembahasan revisi UU KPK untuk yang kedua kalinya ini karena masih perlunya pemdalaman terkait draft revisi yang ada.

Setelah penundaan kali kedua revisi UU KPK ini, rencananya pembahasan revisi UU KPK akan dilanjutkan pada rapat Paripurna yang kembali diagendakan paka Selasa (23/2) mendatang. [republika/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Ahok Ngotot Ajukan Yudicial Review UU Pilkada, HNW: Jangan-jangan Ahok Ingin Gunakan Birokrasi dan APBD untuk Kepentingan Kampanye

Islamedia¬†–¬†Menanggapi sikap Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang menolak