Ketika Bertanya Tentang Tilawah

Ilustrasi (image.google)

Islamedia – Ketika bertanya tentang tilawah, sedangkan kita yakin dengannya akan didapatkan kebaikan dunia dan akhirat, maka apa yang membuat kita susah?

Ketika bertanya tentang tilawah

Ialah dengannya kita mengusahakan naungan perbekalan semenjak sekarang. Karena orang yang cerdas adalah yang mengendalikan hawa nafsunya dan menyiapkan bekal untuk hari kemudian.

Karena kita tak dijamin kehidupan akhirat, akan tetapi yakinlah sudah dijamin rezekinya di dunia. Sedangkan Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Al quran datang pada hari kiamat memberikan syafaat(atas izinNya) bagi orang yang rajin tilawah. Kiranya jika hanya satu itu saja cukup sudah alasan mengapa kita harus tilawah.

Saat itu al quran berkata “Wahai Rabbi, sesungguhnya aku(al quran) telah menghalanginya untuk tidak tidur dimalam hari, orang ini mau menggunakan diriku(membaca) untuk sholat malam, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya”.

Kemudian karena kemurahan dan karuniaNya Allah SWT berfirman “Silakan berilah syafaat pada orang tersebut” HR Imam Muslim.

Lantas ketika bertanya untuk apa tilawah?

Yakinkah atau sepede apa kita sehingga menjadi manusia yang tidak punya dosa?

Sedangkan kita tahu kebaikan akan menghapus dosa? Dengannya (tilawah) akan kita dapatkan kebaikan. Karena dikatakan Barangsiapa membaca satu huruf dari al quran maka mendapat satu pahala(kebaikan) dan akan dilipatkan menjadi sepuluh pahala(kebaikan). Lantas kita memudahkan ini atau bermain-main dengannya?ahh sungguh rugi kiranya.

Tidaklah dikatakan Alif lam mim satu huruf akan tetapi alif satu huruf lam satu huruf dan mim satu huruf. Berapa kebaikan yang kita dapat? 30 kebaikan.

Pernahkah menghitung jumlah huruf satu halaman al qur an?, 2 halaman, 5 halaman bahkan satu juz (20) halaman al quran?

Bahkan mungkin kalimat basmallah saja kita belum pernah menghitungnya heheh. Berapakah kebaikan yang kita dapat? banyak! dan kita tak akan sanggup menghitung, tapi Allah takpernah sedikitpun menyembunyikan apa yang kita lakukan.

Kenapa harus tilawah? jika saja kita masih terbata, dan takut kehilangan banyak waktu hanya untuk tilawah?
Lantas apa dengan itu kita sangsikan balasan dari Allah?

Duhai bagimu yang terbata, disana ada dua pahala. Pahala semangat dan juga membacanya.

Masalah waktu, semua didunia ini sama 24 jam, tilawah ataupun tidak maka waktu akan tetap berjalan dan makin jauh meninggalkan kita.

Apakah yang kita pilih menghabiskan waktu tanpa ada menyertakan Allah? sedangkan yang memberikan keberkahan waktu adalah Dia? Lantas apalagi alasan kita? masih tawar menawar?.

Dan lagi, bagi yang sudah mahir dalam tilawah, baginya disandingkan dalam derajat dengan para malaikat yang mulia lagi taat. Jangan sampai kita yang sebenarnya mahir tapi takbernilai apapun dihadapanNya, karena kita enggan.

Lantas dimana beda orang yang tidak baca quran karena buta huruf al quran dengan yang bisa namun enggan? Ya mereka sama. Sama sama tidak baca Al quran.

Lantas untuk apa tilawah?

Sedangkan derajat seseorang disyurga tergantung bacaan terakhir yang dia baca(hafal).

Banyak tilawah itu makin memfashihkan lidah karena disitulah latihan kita. Bertemu teman setahun sekali dengan setiap hari pasti lain rasa, keakraban dan pengenalannya. Yang tiap hari akan lebih kenal dan akrab, serta lebih banyak tau lika likunya. Demikian pula dengan al quran makin kita baca makin akrab, dan tahu dimana letak yang harus diperbaiki, makin fashih, dan makin mudah bagi kita untuk menghafalnya.

Lantas untuk apa kita tilawah?, banyak yang kita bisa dapatkan, …teruslah belajar karena hikmah kadang baru kita sadari dengan makin lamanya kita bersama…

Dan janji Allah itu pasti, hari pembalasan itu pasti terjadi, jadi mengapa masih berat untuk banyak tilawah??..

Al Fakir Ilallah ummu ‘Aisyah

Anindya Sugiyarto Binti Sugiyarto

Facebook Comments

You may also like

Pernah Hutang Riba 2,1 Miliyar, Inilah 8 Langkah Cara Melunasinya

Islamedia –┬áPengusaha sukses asal Yogyakarta bernama Saptuari Sugiharto