Putus Hubungan dengan Iran, Ternyata Arab Saudi Bukan yang Pertama

Patroli Yaman di perairan Aden.

Islamedia – Langkah pemerintah Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, pasca dibakarnya kedubes mereka di Teheran, telah diikuti oleh Bahrain, Sudan, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Pihak Iran dipandang ikut campur atas urusan dalam negeri Arab Saudi dalam eksekusi Nimr Baqir Nimr. Tetapi Arab Saudi ternyata bukan yang pertama.

Kementerian Luar Negeri Yaman pada Selasa (5/1/2016) kemarin menekankan, bahwa Yaman sudah memutuskan hubungannya dengan Iran sejak Oktober tahun lalu. Keputusan itu akhirnya diambil sebagai bentuk protes atas “ikut campurnya” Iran sejak lama secara “terang-terangan” terhadap urusan dalam negeri Yaman. Demikian seperti dilansir emirates247 pada Rabu (6/1/2016).

Dalam pernyataannya Oktober silam, Yaman dengan tegas mengusir duta besar Iran dari Aden, serta memanggil pulang kuasa usahanya dari Teheran.

Kemenlu Yaman menyatakan, bahwa serangan Iran terhadap kedubes Arab Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad, merupakan gambaran terus berlanjutnya kebijakan agresif Iran terhadap Arab.

Dalam pernyataannya, pihak Yaman mengecam keras ikut campurnya Iran dalam urusan dalam negeri Yaman. Kemenlu Yaman juga mengemukakan bahwa Iran terus berusaha untuk merusak keamanan dan stabilitas Yaman, dengan mendukung milisi pemberontak agama Syi’ah Hutsi dan loyalis presiden yang digulingan revolusi 2011, Ali Abdullah Saleh.

Iran, demikian disebut dalam pernyataan kemenlu itu, telah lama memberikan pasokan dukungan kepada pemberontah Hutsi, berupa pelatihan, persenjataan, dan perencanaan makar kudeta, berkolaborasi dengan Ali Abdullah Saleh. (ismed/e2047)

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia – Setelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta