Gereja Kembali Jadi Sasaran Aksi Vandalisme Rasis Anti-Kristen dari Ekstrimis Yahudi

Kejahatan Israel serupa pernah terjadi tahun 2012 lalu, menimpa Gereja Katolik.

Islamedia – Anggota Komite Eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, mengutuk keras aksi vandalisme rasis yang dilakukan ekstrimis Yahudi di tembok Gereja Hagia Maria Sang Perawan di Gunung Zion, Yerusalem. Slogan berbahasa Ibrani yang dituliskan dalam aksi vandalisme itu berisi seruan aksi aksi untuk “Bantai Kaum Kristen dan kirim mereka ke neraka.”

Ashrawi mengemukakan kecamannya itu di markas pusat PLO pada Ahad (17/01/2016) kemarin ketika menerima kunjungan delegasi dari organisasi Amerika Serikat, Tree of Life Educational Fund. Demikian seperti dilansir Middle East Monitor.

Pihak Gereja Maria sendiri seperti dikutip laman The Journal pada Senin (18/01/2016), melalui juru bicaranya, Nikodemus Schnabel, mengatakan bahwa grafiti vandalisme itu menyampaikan “pesan-pesan yang teramat radikal.”

Gereja tersebut diyakini oleh warga Kristen sebagai tempat di mana Bunda Maria meninggal dunia.

“Eskalasi kekerasan dan hate crime terorganisir yang dilakukan oleh para ekstrimis Yahudi terhadap kesucian tempat-tempat keagamaan tergolong ke dalam perang sektarian,” kata Hanan Ashrawi yang juga mantan juru bicara PLO itu.

“Hal itu diarahkan dan dipelihara oleh pemerintah ekstrimis Israel untuk mewujudkan pandangan ‘kemurnian negara (Yahudi)’ yang mengadopsi cara mencapai tujuan pendirian negara Yahudi dengan melanggar segala hal yang non-Yahudi.”

Dalam pertemuan itu, Ashrawi menjelaskan kembali bagaimana Israel melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan norma internasional. Tindakan-tindakan tersebut terjadi setiap hari dalam kampanye eksekusi lapangan oleh pemerintah penjajah terhadap rakyat Palestina.

Kejahatan rutin negara Zionis Israel

Kepada delegasi Amerika Serikat itu, Ashrawi juga menjelaskan pelanggaran-pelanggaran rutin Israel lainnya, seperti penistaan tempat suci Masjid Al-Aqsha, penangkapan orang secara sembrono dan sembarangan, kegiatan permukiman ilegal, pengisolasian kota-kota Palestina dengan pemasangan batas dan pos-pos pemeriksaan, perampokan lahan dan sumber daya alam, penghancuran infrastruktur Palestina, dan tindakan-tindakan kolektif Israel lainnya untuk mengenyahkan rakyat Palestina.

“Komunitas internasional,” kata Ashrawi menegaskan, “musti menunaikan tanggung jawab hukum dan kemanusiaan dengan cara mengekspos (tindakan-tindakan penjajahan itu) dan membuat pihak penjajah bertanggungjawab, mencabut kekebalan Israel, membongkar ulah-ulahnya, dan memerintahkan Israel untuk mematuhi hukum, norma, dan ketetapan internasional yang telah dilanggarnya sembari ditonton luas oleh masyarakat dunia.”

Aktivis veteran itu juga menyinggung kebijakan resmi Amerika Serikat dan persetujuan AS atas penjajahan yang dilakukan Israel. Ashrawi menekankan arti penting peran yang seharusnya dimainkan opini publik dan organisasi sipil di Amerika Serikat menghadapi kebijakan Washington itu, dengan cara menuntut akuntabilitas para pembuat keputusan terkait berlanjutnya dan kian parahnya penjajahan Israel atas Palestina. (ismed/memo/thejournal)

Facebook Comments

You may also like

Pernah Hutang Riba 2,1 Miliyar, Inilah 8 Langkah Cara Melunasinya

Islamedia –┬áPengusaha sukses asal Yogyakarta bernama Saptuari Sugiharto