Pengamat : Pungli BBM Kegaduhan Baru Setelah Kasus Saham Freeport

Pungutan BBM yang digagas Menteri ESDM Sudirman Said ditengarai akan memunculkan kegaduhan baru pasca kasus ‘Papa Minta Saham’ Freeport.

Hal tersebut diutarakan pengamat kebijakan migas, Yusri Usman saat mengkritisi rencana pungutan BBM yang digagas Menteri ESDM Sudirman Said ini. “Tentunya kebijakan ini akan menimbulkan kegaduhan baru pasca ketegangan antara eksekutif dengan sebagian anggota DPR, terkait masalah ‘Papa Minta Saham’ Freeport,” ujarnya, Minggu (27/12/2015), seperti dilansir inilah.

Mendulang untung dari penjualan BBM dan mengalokasikan untuk Dana Ketahanan Energi (DKE), merupakan kebijakan yang sembrono. Kebijakan harga menyoal BBM selalu berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat. Kian murah harga BBM di masyarakat, maka makin kuat daya beli rakyat, demikian Yusri.

“Hanya yang menjadi aneh, tiba-tiba pemerintah menetapkan harga BBM berlaku 5 Januari 2016 dengan melakukan pemotongan dana dari jual premium sebesar Rp 200 per liter, dan solar Rp 300 per liter. Alasannya untuk DKE,” ungkap Yusri.

Yusri membantah dalil penggunaan UU No 30/2007 untuk DKE oleh Menteri Sudirman, dan menyebutkan dalam pasal 30 termuat bahwa penelitian dan pengembangan teknologi, penyediaan, dan pemanfaatan energi didanai oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, melalui APBN atau APBD.

“Sehingga tidak seenaknya saja Menteri ESDM menggunakan pasal tersebut untuk memungut dana masyarakat dari penjualan BBM. Seharusnya tetap melalui persetujuan DPR dan DPRD,” ujar Yusri. [inilah/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Per 1 April 2016, Harga Premium dan Solar Akan Turun

Mengikuti tren harga minyak dunia yang sedang mengalami