Dalih Mencegah Terorisme, Australia Akan Keluarkan Perintah Pengawasan Bagi Remaja Muslim

Polisi Australia (abc.net.au)

Islamedia – Upaya parlemen Australia yang ingin menerapkan aturan Perintah Pengawasan (control order) bagi anak atau remaja berusia 14 tahun dengan dalih mencegah terorisme ditentang Perwakilan hukum muslim. Mereka justru menilai pendekatan ini tidak akan efektif mencegah radikalisasi.

Sebagaimana dilansir, ABC Online, Senin (14/12/2015), komite gabungan parlemen federal bidang intelejen dan keamanan saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai draft akhir RUU Kontra Terorisme yang diajukan Pemerintah Federal Australia.

UU ini menurunkan ketentuan batasan usia seorang warga negara Australia yang bisa dikenakan perintah pengawasan tersangka terorisme yakni 14 tahun.

Mereka yang dijatuhkan sanksi ini akan dipaksa mengenakan alat pelacak atau dilarang untuk menemui orang-orang tertentu.

Presiden Jaringan Hukum Muslim (MLN), Zaahir Edries menjelaskan di forum parlemen tersebut kalau dirinya khawatir dengan pemberlakukan RUU tersebut.

“Terutama sekali karena RUU ini menjadikan anak-anak sebagai subjek dari Perintah Pengawasan tersangka teroris yang dalam tataran praktis akan semakin memarjinalkan dan mengasingkan mereka yang sudah merasa tidak terhubung dengan masyarakat disekitarnya,” katanya.

“Kita tahu berdasarkan contoh di Inggris kalau penggunaan Perintah Pengawasan seperti itu justru membuat subjek yang diawasi sangat memusuhi lembaga kepolisian dan ini sangat merusak dalam kasus anak-anak. “

Dia mengatakan intervensi masyarakat lebih efektif daripada kepolisian untuk mencegah anak-anak menjadi korban radikalisasi, dan penerapan perintah kontrol adalah “bukan hal yang kecil”.

“Penerapan aturan ini akan sangat merugikan perkembangan generasi muda,” ungkap Edries.

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia – Setelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta