Pesan RK untuk Bobotoh Persib : Jaga Perdamaian dan Jangan Lupa Cari Cara Untuk Tetap Shalat

Islamedia – Walikota Bandung, Ridwan Kamil pada Rabu(14/10/2015) bertemu dengan para Bobotoh Persib.

Hal ini dilakukan orang nomor satu Kota Bandung itu untuk menyampaikan pesan dan masukan terkait keberangkatan fans klub Kota Bandung itu ke Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta untuk mendukung Persib di Final Piala Presiden 2015.

Lewat jejaring sosial media Facebook, Kang Emil, sapaan akrab walikota bandung ini meminta Bobotoh dan fans klub bola lainnya untuk bertekad menjaga kondusivitas, keamanan dan kebersihan Kota Jakarta yang menjadi tuan rumah.

Tak hanya itu, dalam pesannya Kang Emil menyisipkan nasehat bijak, walaupun asyik Nonton Final Bola namun Jangan lupa cari cara untuk tetap Shalat.

Nasehat bijak ini disambut positif oleh para netizen yang membacanya, mereka mengapresiasi karena jarang sekali pemimpin seperti beliau yang mengingatkan warga agar dalam kondisi apapun untuk tidak lupa beribadah.

Berikut ini pesan dan masukan Ridwan Kamil kepada Bobotoh Persib Bandung yang Islamedia kutip dari Laman Facebook, pada Kamis (15/10/2015).

Tadi sore menyampaikan masukan-masukan untuk bobotoh Persib yang akan berangkat ke Jakarta untuk mendukung Persib di Final Piala Presiden 2015.

Bobotoh dan fans klub bola lainnya harus bertekad menjaga kondusivitas, keamanan dan kebersihan Kota Jakarta yang menjadi tuan rumah.

1. Harus menjadi tamu yang baik, taat aturan dan tidak melakukan tindakan/ucapan provokatif.

2. Aparat keamanan akan maksimal menjaga keamanan rute pergi/pulang dan saat pertandingan.

3. Membawa perbekalan makan/minum yang cukup, minimal 2 kali makan. Jangan lupa cari cara untuk tetap shalat.

4. Pergi pulang berkoordinasi dengan pihak keamanan yang ditunjuk.

5. Kalah menang diterima dengan lapang dada.

Kita berharap Piala Presiden ini bisa tertib lancar dan tidak ada kendala. Yang memang jangan sombong, yang kalah jangan pundung dan berang.

Kita harus menunjukkan bahwa sepakbola itu adalah media untuk mempersatukan, bukan untuk memecah belah. Kita harus meneladani liga Eropa yang baik dari sisi kompetisi, fairplay, sponsorsip maupun kultur damai fans klub bolanya.

Mari renungi dengan jernih hakikat dari sepakbola itu sendiri yaitu: Hidup itu tentang kerja keras berkompetisi, tentang semangat meraih tujuan, tentang mencari strategi terbaik, tentang kekompakan melawan keegoisan dan tentang sportivitas dalam kedamaian.

Mari lahirkan kultur kompetisi sepakbola yang kompetitif namun selalu damai.

[islamedia/YL]

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia РSetelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta