Protes Atas Hadirnya Pemimpin Kejahatan HAM Mesir, Komnas KDM Datangi Komnas HAM

Sekjen Komnas KDM Suhartono (kanan) menyerahkan buku putih Tragedi Kemanusiaan di Mesir kepada Komisioner Komnas HAM Manager Nasution, Jum'at (4/9) di Kantor Komnas HAM, Menteng Jakarta Pusat.

Islamedia – Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (Komnas KDM) berkesempatan mengunjungi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), Jum’at (4/9) di Menteng, Jakarta Pusat. Kunjungan ini dalam rangka protes yang dilayangkan rakyat Indonesia, ditengah hadirnya Presiden Kudeta Berdarah dari Mesir Abdul Fatah As-Sisi yang diterima Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, pada Jum’at (4/9) sore.

Kunjungan Komnas KDM ini diterima langsung Komisioner Komnas HAM Manager Nasution. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komnas KDM Suhartono yang didampingi Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Fahmi Salim mengharapkan, Komnas HAM ikut membantu menyuarakan protes kepada Pemerintah RI terkait dengan kehadiran Presiden As-Sisi yang melakukan kejahatan hak asasi manusia, yaitu dengan membunuh lebih 8ribu rakyatnya saat melakukan kudeta berdarah di depan Masjid Rabi’ah Al-Adawiyah, Mesir pada 3 Juli 2013 silam.

“Kami berharap, Komnas HAM dapat ikut menyuarakan hal ini, minimal para pejuang kemanusiaan dan demokrasi yang saat ini dipenjara, yang terluka, dapat tersenyum, lantaran ada saudaranya di Indonesia yang ikut mendukung perjuangan mereka. Hal ini juga menjadi energi tersendiri bagi mereka, bahwa persaudaraan kemanusiaan itu menembus batas teritorial,” ungkap alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini.

Hal senada disampaikan Fahmi Salim, dirinya menambahkan, terkait diplomasi ini harus seimbang. Jasa Mesir melalui tokoh masyarakatnya dalam mendukung kemerdekaan Indonesia terekam dalam sejarah. Kemudian di tahun 1998 saat Indonesia mengalami krisis moneter, bantuan rakyat Mesir untuk mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Mesir, sangat besar bantuannya.

Untuk itulah, masih menurut Fahmi yang juga anggota MUI Pusat, sebagai negera muslim terbesar di dunia yang demokratis, Indonesia harus menjadi contoh juga lokomotif penegakkan HAM di dunia Islam untuk membantu rakyat Mesir dari pemimpin yang zalim, “Maka tidak eloklah menerima kehadiran tokoh pemimpin seperti ini,” tegas pria yang juga sarjana Al-Qur’an dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Sementara itu, Komisioner HAM RI Manager Nasution menanggapi, kudeta militer ini adalah kejahatan kemanusiaan. Dirinya melanjutkan, pernah juga Komnas HAM menghimbau dunia internasional atas kasus ini, dan mengkritisi pemerhati HAM yang tidak banyak yang merespon peristiwa kudeta berdarah ini. Komnas HAM RI juga menyuarakan hal-hal yang sifatnya kemanusiaan melalui peran strategis Indonesia dalam peran politik internasional, antara lain seperti kasus Myanmar yang terbaru ini.

“Kami akan mendorong Pemerintah, untuk mengambil posisi sebagai contoh dan lokomotif penegakkan HAM, bukan hanya sekedar menghargai tamu yang hadir namun juga ikut memberikan pesan kepada tamu tersebut, bahwa Indonesia adalah contoh negara yang melalui proses demokrasi yang baik, begitu juga proses penegakkan HAM-nya,” demikian Manager.

Acara kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan buku putih Tragedi Kemanusiaan di Mesir dari Komnas KDM kepada Komnas HAM, juga penyerahan Pernyataan Sikap Komnas KDM terhadap kunjungan kenegaraan Abdul Fattah As-Sisi di Indonesia. [rls/islamedia]

Facebook Comments

You may also like

Polisi Akan Mendatangkan Saksi Ahli dari Mesir Syekh Amr Wardani

Islamedia – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa