Dirugikan oleh Kebijakan Rachmat Gobel, Pengusaha Retail Dukung Pencabutan Larangan Jual Miras

Islamedia – Pelarangan penjualan miras di minimarket yang dikeluarkan oleh Rachmat Gobel ternyata membuat gerah para pengusaha retail, sehingga berdampak kepada penurunan omzet penjualan minuman keras (miras) dan para pengusaha retail mengaku dirugikan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mande menyarankan kepada pemerintah Jokowi agar minuman keras seperti bir dengan kadar alkohol di bawah 5 persen bisa kembali dijual di minimarket.

Kita berharap miras bisa dikembalikan dijual di minimarket. Tinggal pengaturan, pengawasan saja yang diketatkan. Jadi selain harus pakai KTP, kita juga mau terapkan jangan jual miras di dekat rumah sakit, tempat ibadah, perguruan tinggi atau sekolah. Ini yang perlu diketatkan,” ujar Roy sebagaimana dilansir liputan6, Senin (14/9/2015).

Roy meminta pemerintah suarakan revolusi mental, bagaimana peran negara hadir untuk generasi muda penikmat miras, bukan melarang.

Lebih lanjut Roy mejelaskan bahwa minum miras tidak berbahaya, efek yang ditimbulkan hanya perut kembung kalau kebanyakan, yang berbahaya apabila ditambah spirtus.[islamedia/mh]

Facebook Comments

You may also like

Hancurkan 16000 Botol Miras, Walikota Depok Nyatakan Perang dengan Miras

Islamedia – Walikota Depok Idris Abdul Shomad melakukan