Muslim Kenya Meminta Dihentikannya Pembunuhan Liar

Muslim Kenya berunjukrasa.

Islamedia – Ratusan warga muslim Kenya berkumpul ba’da shalat Jumat di luar masjid terbesar di kota Nairobi, untuk memprotes “penghilangan” dan pembunuhan liar yang menyasar muslim dan muslimah Kenya.

“Mereka yang mencap muslim di Kenya sebagai teroris adalah pihak yang membunuhi saudara dan saudari kami,” tandas Al-Amin Kimathi, ketua organisasi Muslim untuk Hak Asasi Manusia, di hadapan para pengunjukrasa di luar Masjid Jamia, Nairobi.

“Bahkan jika seseorang diduga sebagai teroris, konstitusi dan hukum negeri ini mengarahkan kita untuk melakukan penyelidikan, membawanya ke pengadilan. Siapakah Anda sehingga bisa main hakim sendiri?” kata Kimathi, menujukan pertanyaannya kepada para pihak pelaku pembunuhan. “Mereka berlagak seperti penyelidik, juri pengadilan, penjagal, dan petugas kamar mayat sekaligus bagi saudara saudari muslim kita yang tak bersalah.”

Kimathi menyatakan bahwa semenjak insiden serangan Universitas Garissa awal tahun ini yang merenggut nyawa 140 orang mahasiswa, sekurangnya 100 warga muslim telah dihilangkan paksa.

Ia mengatakan bahwa kuburan massal telah ditemukan di area mayoritas muslim di Kenya, ditambah lagi berbagai penemuan jenazah warga muslim di sungai-sungai dan hutan-hutan.

“Kami meminta Presiden Kenyatta untuk mencermati pembunuhan-pembunuhan liar yang terjadi. Kami tidak dapat membiarkan ini. Segera akan kami rilis laporan, dengan rincian warga muslim yang terbunuh di negeri ini, karena agama yang diyakininya,” pungkas Kimathi. (aacomtr/ismed)

Facebook Comments

You may also like

Anies Terima Kunjungan Pengurus PWNU di Kediamannya

Islamedia РSetelah salat subuh, Calon Gubernur DKI Jakarta