Komposisi Menteri Warna-warni, PM Ahmet Davutoglu Berhasil Bentuk Kabinet Interim Turki

Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu.

Islamedia – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada Jumat malam waktu Turki, menyambut terbentuknya kabinet baru Turki dan menyebutnya sebagai mewakili “setiapa warna (yang dimiliki) Turki”. Demikian Anadolu Agency melaporkan pada Sabtu (29/8/2015) kemarin.

Pemerintahan sementara, yang akan mengawal Turki menuju pemilu ulang pada 1 November mendatang, diisi oleh para wakil dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti), satu orang dari Partai Gerakan Nasionalis (MHP), dan dua orang dari partai pro-Kurdi HDP.

Sedangkan Partai Rakyat Republik (CHP) — fraksi terbesar kedua di parlemen Turki — menolak bergabung dengan kabinet interim tersebut.

“Saya memandang bahwa kita telah berhasil membentuk suatu kabinet yang elok di mana semua warna (yang dimiliki) Turki telah terwakili,” kata Davutoglu dalam pernyataan yang disiarkan langsung kanal berita Haberturk.

Ia menegaskan bahwa kabinet interim tersebut bukanlah lembaganya AKP, melainkan sebuah “pemerintahan konstitusional”.

Anggota partai oposisi yang pertama setuju bergabung ialah Tugrul Turkes dari MHP, untuk posisi Deputi Perdana Menteri, kendati partainya menolak ambil bagian. Tetapi, kesediaan Turkes itu diganjar oleh partainya dengan mengajukannya ke komite disiplin partai.

“Turkes berkata ‘ya’ untuk memenuhi sebuah kewajiban yang sejalan dengan konstitusi sebagai legislator MHP dan bukan mengatakan “ya” untuk bergabung dengan AK Parti,” ujar Davutoglu.

Perdana Menteri Turki juga menyatakan, bahwa dirinya secara personal telah menyiapkan daftar menteri-menteri yang telah disetujui oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (28/8/2015) kemarin.

Pihak HDP diberikan posisi dalam kementerian yang mengelola Urusan Uni Eropa dan Urusan Pembangunan. Seorang legislator HDP lainnya dikabarkan menolak tawaran posisi dalam pemerintahan caretaker tersebut.

Davutoglu mengatakan, portofolio urusan Uni Eropa,  memangku tanggung jawab sebagai pemimpin negosiator Turki dalam upaya bergabung ke Uni Eropa. Posisi ini diamanahkan kepada Ali Haydar Konca. Davutoglu menyatakan bahwa penunjukkan Ali ini akan menjadi “ujian” dan sebuah “konfrontasi” bagi Uni Eropa.

“Beberapa menteri [dari negara-negara anggota Uni Eropa] yang mengkritik dan mengklaim dengan tuduhan minimnya kebebasan di Turki, akan berhubungan dengan seorang menteri dari HDP,” ujar Davutoglu. Penunjukkan menteri ini akan memperlihatkan demokrasi sesungguhnya di Turki, karena HDP dikenal sebagai pihak yang memiliki “sudut pandang paling berlawanan di Turki,” tambah Davutoglu.

PM Davutoglu mengemukakan pula, peran Menteri Pembangunan, Muslum Dogan, yang berasal dari HDP, juga akan menjadi ajang pembuktian tantangan, karena dapat membawa HDP berkonflik dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang tercatat sebagai kelompok teroris di Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

Pihak HDP dalam pemilu lalu memanfaatkan tema kampanye hak-hak warga Kurdi dan membantu negosiasi antara pemerintah dengan PKK, hingga mulai pecahnya aksi kekerasan terbaru pada bulan lalu.

Serangkaian aksi-aksi serangan PKK selama ini menunjukkan, bahwa kelompok bersenjata itu menargetkan proyek-proyek pembangunan seperti bendungan-bendungan dan fasilitas jalan.

“Kita akan melihat, apakah mereka (HDP) betul-betul menghendaki demokrasi yang sesungguhnya, ataukah menginginkan adanya pertempuran di antara sesama warga meledak di Turki, dalam masa dua setengah bulan [sebelum pemilu] ini,” kata Davutoglu. (aacomtr/ismed)

Facebook Comments

You may also like

Pernah Hutang Riba 2,1 Miliyar, Inilah 8 Langkah Cara Melunasinya

Islamedia – Pengusaha sukses asal Yogyakarta bernama Saptuari Sugiharto