Wartawan Senior Ini Menceritakan Kehebatan Sosok Kivlan Zen dalam Negoisasi di Filipina

Wartawan Senior Ini Menceritakan Kehebatan Sosok Kivlan Zen dalam Negoisasi di Filipina

Islamedia – Wartawan senior Republika, Teguh Setiawan mengaku tidak aneh ketika mendapat informasi Kivlan Zeb berhasil membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) dari sandera Abu Sayyaf. Teguh mengungkapkan bahwa sekitar 20 tahun yang lalu pernah mendampingi Kivlan Zen saat meliput kondisi Filipina Selatan dan sangat terlihat bahwa Kivlan Zen memang sososok negoisator hebat.

Seluruh elemen bersenjata di wilayah kepulauan Filipina semua mengenal Kivlan. Dia begitu dihormati di sana. Saya tahu berbagai orang penting di wilayah itu, seperti Sultan Sulu hingga Nur Misuari yang menawari Kivlan menikah dengan salah satu putrinya, tapi Kivlan menolak. Padahal, adanya tawaran itu menandakan begitu tinggi atau terhormatnya posisi seorang Kivlan Zen yang saat itu memimpin pasukan perdamaian Organisasi Konferensi Islam yang bertugas di Filipina Selatan,’’ ujar Teguh, Senin (2/5).

Berikut ini kisah kenangan Teguh Setiawan mendampingi Kivlan Zen selama sepekan berada di Filipina Selatan, yang dipublikasikan oleh republika.co.id

Mengenang Sepekan Bersama Bersama Kivlan Zen

Tahun 1996, usai penandatanganan perjanjian damai Moro National Islamic Liberation Front (MNLF) dan Pemerintah Filipina di Istana Malacanang, saya dan wartawan Indonesia lainnya berkunjung ke Mindanao.

Pesawat TNI AU mendarat d General Santos City. Kami berjalan menuju Cotabato, dilanjutkan dengan terbang ke Zamboanga.

Tapi keberangkatan saya sempat saat itu tertunda karena harus memberikan kursi kepada satu petinggi MNLF. Saya pun berangkat keesokan harinya.

Setelah bermalam di sebuah hotel di Cotabato, saya melanjutkan perjalanan dengan pesawat kecil; berpenumpang dua orang, ke Zamboanga. Di kota ini saya bertemu Kivlan Zen, yang saat itu menjabat komandan pasukan perdamaian IOC–yang bertugas memantau gencatan senjata.

Di situ saya lihat secara langsung kemampuan Pak Kivlan dalam memimpin negosiasi. Dia mengenal hampir semua petinggi MNLF, keluarga Nur Misuari, dan punya jalur komunikasi dengan kelompok-kelompok lainnya. Ia piawai berunding dengan siapa pun.

Pak Kivlan pula yang mengantar Nur Misuari ke Jolo, ibu kota Provinsi Sulu, untuk mengikuti pemilihan gubernur Autonomous Region of Muslim Mindanao (ARMM). Perjalanan dimulai dari Zamboanga menuju Basilan.

Seusai shalat Jumat dan makan siang di Basilan, perjalanan dilanjutkan ke Jolo (baca: holo). Di kota ini, Nur Misuari menemui pendukungnya dan berkampanye.

Satu hal yang tak pernah saya lupakan dari Pak Kivlan adalah ketika dia mengeluh karena dimintai Nur Misuari menikahi salah satu anak orang nomor satu MNLF itu.

“Saya pusing. Kelamaan di sini, saya disuruh menikah dengan anak Nur Misuari,” katanya kepada saya dan wartawan lain.

[islamedia/teguh]

Facebook Comments