Warga Jakarta Berhasil Gagalkan Kampanye Terselubung Ahok dengan Modus Buka Puasa Bersama di Masjid

Islamedia – Umat Islam Jakarta kembali menggagalkan kampanye terselubung Ahok di Masjid dengan dalih acara buka puasa bersama.┬áMendapat informasi kedatangan Ahok, warga masyarakat Kapuk Muara Penjaringan dan anggota ormas-ormas Islam di wilayah tersebut berkumpul di sekitar Masjid At-Taqwa untuk melakukan penolakan.

Pada awalnya Ahok direncanakan akan menghadiri acara buka puasa bersama di Masjid At-Taqwa RW. 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, serta Pondok Pesantren Khoirul Ummah pimpinan KH. Oman Syahroni, di Jalan Kapuk Muara RT. 06 RW. 05, Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Warga menolak kedatangan kedatangan Ahok di Masjid At-Taqwa dikarenakan Ahok merupakan penguasa korup dan dzalim yang telah menggusur Kampung Luar Batang.
Selain itu warga juga menolak Ahok karena memanfaatkan momentum buka puasa di Bulan Suci Ramadhan sebagai ajang kampanye dan pencitraan.

Penolakan warga atas kedatangan Ahok ini adalah yang ketiga kali dalam enam hari terakhir di Jakarta. Sebelumnya Ahok juga dihadang oleh warga masyarakat setempat sehingga gagal hadir pada acara Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Inayah, Komplek Merpati, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, hari Rabu 15 Juni 2016.

Ahok akhirnya terpaksa membatalkan kehadirannya pada acara serupa dua hari kemudian di Masjid Nurul Falah, Jalan Tanjung Duren Pasar Kopro Grogol Petamburan Jakarta Barat, Jum’at 17 Juni 2016 karena dihadang warga masyarakat. Bahkan di wilayah ini warga berjaga-jaga sampai malam seusai Sholat Tarawih untuk mengantisipasi rencana kedatangan Ahok.

Berbeda dengan rencana kedatangan Ahok di Masjid Al-Inayah dan Masjid Nurul Hidayah sebelumnya, untuk acara di Masjid At-Taqwa kali ini Ahok mengerahkan Polisi dan Satpol PP secara besar-besaran untuk mengawal dan mengamankan kedatangannya. Mereka kurang lebih berjumlah 100 orang, komplit perlengkapannya dan ada mobil pemadam kebakaran pula.

Meskipun pengamanan berlapis, warga Jakarta tidak satu centimeter pun warga masyarakat Muara Baru Penjaringan mundur. Melihat pasukan pengawalan Ahok yang jumlahnya begitu besar, bukannya takut warga justru makin merasa ditantang dan malah semakin berani lagi.

Mendengar informasi kedatangan Ahok di Masjid At-Taqwa, sejak siang hari warga Muara Baru Penjaringan sudah berkumpul dan bersiaga, siap mengusir Ahok apabila berani menginjakkan kakinya di wilayah mereka. Dan pada sore hari menjelang Maghrib, warga sempat bersitegang dan hampir bentrok dengan para Polisi dan aparat Satpol PP yang ditugaskan untuk mengawal Ahok.

Ditengah kemarahan ratusan warga yang ingin mempertanyakan siapa sebetulnya yang mengundang Ahok dan memasang spanduk undangan, maka dilakukan mediasi antara masyarakat, Lurah dengan Kyai di wilayah tersebut.

Dicecar warga, dikabarkan pak Kyai beralasan dia justru menolak Ahok dan tidak pernah mengundang Ahok, melainkan yang mengundang Ahok adalah Lurah setempat. Sempat terjadi saling tuding, tidak ada yang berani mengakui siapa sebetulnya yang mengundang Ahok.

Warga Jakarta Kembali Gagalkan Kampanye Terselubungdi Ahok Masjid Penjaringan Jakarta Utara
Warga Menolak Kedatangan Ahok

Namun bagi warga itu tidak terlalu penting lagi. Yang penting bagi mereka adalah Ahok tidak jadi datang dan menginjak-injak Masjid At-Taqwa. Sehingga kesucian Bulan Ramadhan di wilayah mereka tetap terjaga.

Warga Jakarta memang sudah tau strategi propaganda Ahok, yang sedang mentargetkan untuk tebar pesona dan berfoto-foto selfie bersama umat Islam di berbagai masjid di seluruh Jakarta.

Untuk kemudian foto-foto tersebut akan disebar oleh tim propagandanya di berbagai media sosial dengan diberi judul: “inilah foto Ahok bersama ribuan muslim pendukungnya di Masjid”.

Pada akhirnya, sama seperti di dua lokasi sebelumnya, Ahok kembali tidak berani hadir di Masjid At-Taqwa, walaupun sudah dipersiapkan sekitar 100 orang anggota polisi dan Satpol PP bersenjata lengkap yang siap mengawalnya.

sumber : Facebook Gubernur Muslim untuk Jakarta

[islamedia/mh]

Facebook Comments