Wapres Jusuf Kalla Tolak Sidang Pembelaan PKI di Belanda

Islamedia – Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) secara tegas menyatakan penolakanya terhadap pengadilan internasional rakyat tragedi 1965 yang dilaksanakan di Denhaag Belanda.

Itukan persidangan bukan pengadilan benaran. Kalau pengadilan benaran bisa bertahun-tahun. Itu hanya pengadilan, apalah, semu, mungkin latihan-latihan lah. Tak usah kita tanggapin” ujar JK di Istana Wakil Presiden Jakarta, sebagaimana dilansir republika Rabu (11/11/2015).

JK justru berbalik menantang Pemerintah Belanda yang sudah sangat jelas melanggar HAM selama menjajah Indonesia selama 350 tahun. JK menyatakan bahwa korban meninggal pada masa penjajahan Belanda terhitung jauh lebih banyak.

Ya silahkan saja. Indonesia juga bisa sejuta orang bersaksi bagaimana Belanda di sini jaman dulu. Pemerintah, lebih mengutamakan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.” tegas JK

Selain kejahatan Belanda, JK juga menyinggung kejahatan kemanusiaan yang dilakukan negara Eropa dan Amerika yang telah membunuh sangat banyak warga Irak, Afganistan.

Berapa yang dibunuh Amerika di Irak, berapa yang dibunuh Eropa itu di Vietnam, berapa di bunuh negara barat itu di Afghanistan. Boleh, kalau (negara) Barat mau begitu, kita juga adili di sini” kata JK.

Seperti diketahui, pengadilan rakyat terkait tragedi 1965 digelar untuk mengungkap peristiwa pembantaian terhadap orang yang diduga terlibat PKI. Pengadilan rakyat ini digelar pada 10-13 November 2015 di Den Haag, Belanda.[islamedia/mh]

Facebook Comments