[Video] Dagelan a la Parlemen Mesir

Islamedia – Belum dua pekan dilantik, anggota parlemen Mesir jadi tontonan publik karena dagelannya dalam sidang-sidang di awal-awal masa jabatan. Terbaru, sejumlah video beredar menunjukkan, bagaimana anggota parlemen Mesir itu menyalahgunakan sistem voting elektronik dalam suatu sesi pemungutan suara. Demikian seperti diangkat laman Madamasr pada Selasa (19/1/2016) kemarin.

Insiden yang disebut media Mesir sebagai “kejadian memalukan” itu, terekam jelas dan tersebar luas di laman-laman lokal Mesir. Tampak para anggota parlemen menekan tombol alat voting miliknya, tetapi kemudian juga menekan tombol alat voting milik kolega di sebelahnya.

Parlemen Mesir yang baru menduduki jabatan itu, kini diburu waktu untuk membahas dan merevisi sebanyak lebih dari 300 perundangan. Peraturan perundangan sebanyak itu sebelumnya dikeluarkan Presiden rezim kudeta Abdel Fattah As-Sisi dan Presiden interim Adly Mansour tanpa kehadiran parlemen karena masih belum dibentuk rezim kudeta.

Konstitusi Mesir menetapkan tenggat waktu untuk proses tersebut selama 2 pekan setelah parlemen resmi bersidang. Jika melewati batas waktu itu, perundangan tersebut bakal otomatis dicabut.

Sistem voting elektronik itu sendiri baru saja pertama kali diterapkan di Mesir. Sistem itu bekerja dengan bantuan kartu pintar yang dimiliki oleh setiap anggota parlemen. Kartu tersebut dimasukkan ke dalam unit alat voting masing-masing untuk mengonfirmasi identitas anggota parlemen. Baru setelah itu pemungutan suara dapat dilakukan. Tetapi, sistem tersebut tidak memperhitungkan jikalau ada anggota pergi ke luar ruang sidang dan membiarkan kartu mereka terselip di alat.

Kelemahan sistem tersebut tampak jelas dalam penggunaan pertamanya dalam sidang parlemen Senin (18/01/2016) lalu. Layar monitor yang menunjukkan hasil voting, memperlihatkan jumlah total suara mencapai 693. Padahal jumlah keseluruhan anggota parlemen Mesir hanyalah 596 orang. Proses peratifikasian undang-undang itu sejauh ini sudah meloloskan puluhan perundangan.

Para anggota parlemen membuat sidang pembahasan itu berlangsung tertutup dan rahasia, setelah pada persidangan sesi pertamanya pekan lalu, kericuhan mewarnai persidangan pemilihan ketua parlemen. Kekacauan sidang yang harusnya berlangsung sederhana itu kontan menimbulkan cemoohan netizen di media sosial.

Pekan lalu, para anggota parlemen bersepakat memutuskan untuk melarang siaran langsung persidangan parlemen. Tak hanya itu, parlemen juga membolokir masuk 20 jurnalis masuk yang hendak meliput persidangan. (ismed/madamasr/shorouk)

Facebook Comments