Ustaz Hilmi Aminuddin : Konsolidasi yang Utama Adalah Konsolidasi Hati dan Akal

Alhamdulillah kita telah mencapai kemenangan yang tidak terduga dalam momentum Pilkada 2015. Semua itu dapat dicapai semata-mata karena karunia Allah dan kerja keras ikhwan dan akhawat dalam berjuang demi kejayaan dakwah. Motivasi dan tujuan utama kita adalah meraih ridha Allah dan menegakkan kalimah-Nya hiyal’ulya yang mampu menyatukan hati para kader dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Koordinasi, menyatukan titik koordinat tidak akan dapat dilakukan tanpa konsolidasi. Konsolidasi yang utama adalah konsolidasi hati dan akal (wihdatul qulub dan uqul) yang menghasilkan kesatuan niat, karena kekuatan utama dakwah ini ada pada SDM atau kader.

Jalan dakwah ini adalah jalan yang kita pilih dengan sepenuh kesadaran yang keutamaannya telah disebutkan dalam banyak ayat dlm Al Quran. Setiap kita bebas menentukan pilihan dalam perjalanan perjuangan hidup masing-masing, dan yang memilih dakwah sebagai jalan perjuangan hidupnya, dia adalah orang yang memiliki keberanian. Orang yang tidak berani menentukan pilihan, dia akan selalu ragu, mudzabdzabiin, mengalami split personality.

Motivasi kita akan semakin kuat saat kita memiliki kesadaran bahwa pilihan kita adalah pilihan yang mendapatkan bimbingan dari Allah SWT, pilihan atas taufiq-Nya, sehingga pilihan kita sesuai dengan pilihan Allah Yang Maha Kuasa. Qul innashshalaatii wanusuukii wamahyaayaa wamamaati lillaahirabbil’aalamiin. Laa syariikalahuu wabidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.

Setelah ada kesadaran bahwa pilihan kita adalah pilihan yang sesuai dengan pilihan-Nya, maka motivasi tersebut akan terus bergelora sebagai refleksi keimanan kita. “Wa ana awwalul muslimiin” merupakan cara Allah untuk memotivasi kita agar selalu terdepan dalam langkah perjuangan menuju kejayaan Islam.

Setelah konsolidasi motivasi, berikutnya adalah konsolidasi orientasi. Sejak dahulu, kita di Indonesia memiliki semangat beramal dan berkorban yang tinggi. Namun seringkali potensi tersebut terpecah karena tidak adanya kejelasan orientasi. Allah mengingatkan kita melalui banyak ayat Al Quran bahwa orientasi yang fitri adalah orientasi yang sesuai dengan dikehendaki Allah.

Amal Islami yang dilakukan dengan benar, dengan motivasi dan orientasi yang benar akan membuahkan limpahan ampunan Allah SWT yang besar terhadap berbagai kelalaian kita dalam beramal. Rute perjuangan dan garis finish kita harus sama.

Setelah kita membenahi motivasi dan orientasi kita, berikutnya adalah integrasi. Islam merupakan agama yang Syamil Mutakamil, karenanya kita harus mampu menyatukan berbagai potensi SDM kita yang beragam. Kesatuan gerak langkah dengan adanya integrasi ini akan membawa kita pada capaian-capaian dakwahh yang besar yang di luar perkiraan kita, yang lebih dari yang kita harapkan. Tanpa integrasi, potensi yang ada akan berjalan sendiri-sendiri. Pemimpin harus bersikap lembut terhadap bawahannya, terhadap mutarabbinya, karena kita adalah kumpulan hati yang terjalin karena dakwah, dan hati manusia adalah hati yang sensitif. Kekurangan dan kemungkinan adanya kesalahan dalam diri setiap kita adalah keniscayaan, karenanya maafkanlah. Bangun komunikasi dan musyawarah dengan baik.

Ingatlah, ridha Allahlah yang kita tuju. Tentang harta dan jabatan, mungkin Allah akan memberikannya setelah kita bekerja dan berjuang membela agama-Nya. Karena memang Allah telah menjanjikan hal tersebut. Tetapi bukan itu yang menjadi orientasi kita.

Facebook Comments