Usia Tidak Jadi Halangan, Purnawirawan TNI ini Berhasil Jadi Hafizh Quran

0

Islamedia – Bagi sebagian orang, usia kerap kali menjadi halangan untuk menghafal Alquran. Tapi bagi sebagian lainnya, hal tersebut bukanlah kendala untuk terus menghafal kalam Allah hingga tuntas.

Teladan inilah yang dicontohkan oleh Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, pria yang sehari-hari menjaga keamanan PP. Madrasatul Qur’an, Tebuireng.

Di usianya yang sudah menembus enam dekade (60 tahun, red), pensiunan TNI ini berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz bil ghoib.

Dalam Wisuda Hafizh XXVIII dan Khotmil Quran Binnadlor XXVI PP. Madrasatul Qur’an Tebuireng, Sabtu (24/12/2016), pak Masrukhin yang mengenakan batik biru, menjadi wisudawan tertua dari total 86 wisudawan hafidh. Decak kagum hadirin bertepuk tangan haru saat nama pak Masrukhin dipanggil oleh protokol acara untuk maju ke atas panggung.

Seperti dilansir Tebuireng, aktivitas menghafal Alquran ia mulai pada sekitar akhir tahun 2011. Ia menghafal dengan telaten baris demi baris, halaman demi halaman, lembar demi lembar dengan penuh semangat. Hafalannya tersebut rajin ia setorkan kepada Ustaz Amanulloh S.Pdi.

Setiap setor satu halaman, walau kadang kurang, perjuangan itu beliau jalani dengan sabar. Membagi waktu antara mengabdi menjadi Satpam dan menghafal Al Qur’an, memang beliau akui terkadang menjadi kendala. Namun dengan tekat kuat dan kebiasaan, akhirnya kendala tersebut dapat teratasi.

Keberhasilan beliau menghafal Alquran mendapatkan pujian dan banyak ucapan selamat, tak tekecuali Pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. Ir. KH. Salahuddin Wahid. Dalam akun twitter pribadinya, @Gus_Sholah, memuji pak Masrukhin, “Tadi ada wisuda 80 hafidz Al Qur’an di Tebuireng. Ada yang berusia 60 tahun masih semangat menghafal al Qur’an. Hebat sekali,” cuitan beliau yang kemudian viral menyebar di media sosial.

Kudu fastaghil gak oleh kosong (harus aktif tidak boleh menganggur),” ujar beliau saat memberikan tips menghafal Alquran. Beliau juga berpesan kepada para santri, khususnya para penghafal Al Qur’an untuk segera bangkit dalam menghafal Al Qur’an, tidak putus asa, dan tidak berteman dengan setan (berbuat maksiat). Hal itulah yang membuat kakek pejuang Al Qur’an tersebut dapat menepis pesimistis sebagian orang yang sudah lanjut usia untuk bisa menghafal Al Qur’an. [islamedia/abe]

Facebook Comments