Tragedi di Tolikara, HNW : Perusak Kedamaian Idul Fitri di Bumi Cendrawasih Adalah Teroris

Hidayat Nur Wahid, yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan insiden penyerangan terhadap umat Islam, kemarin di Kabupaten Tolikara, Papua.

Diketahui, kaum Muslimin tersebut dilempari batu tepat ketika sedang melaksanakan shalat Idul Fitri. Selain itu, masjid di dekat lokasi kejadian juga ikut dibakar amuk massa yang terdiri atas oknum Nasrani.

Hidayat menegaskan, insiden tersebut sangat menodai kerukunan umat beragama. Umat Islam sebagai minoritas di sana tak dihormati hak-haknya oleh mayoritas non-Muslim. Padahal, sebut politisi PKS ini, umat Islam di Indonesia sudah sangat bertoleransi terhadap pemeluk agama lain.

Di kediaman pribadinya, Kemang, Jakarta Selatan, Hidayat Nur Wahid, mengungkapkan tragedi memilukan di Tolikara tersebut, “Tapi kemudian, mereka (sejumlah Muslimin Tolikara) akan shalat Idul Fitri, malah terjadi tragedi yang sangat memilukan. Dilempari dengan batu, sampai terjadi pembakaran bukan hanya mushola dan masjid, tapi juga toko,”.

Kendati demikian, Hidayat menekankan, umat Islam agar jangan sampai terprovokasi. Begitu pula, umat agama lain jangan mudah terpantik emosi kolektifnya.

Yang terpenting, ujar Hidayat, pemerintah agar segera mengusut tuntas insiden ini. Sehingga, pelaku dan dalang penyerangan bisa segera diadili. Hidayat bahkan menyebut, para pengusik kedamaian Idul Fitri di Bumi Cendrawasih itu sebagai sekelompok teroris.

“Harusnya kalau mereka tak setuju (shalat Idul Fitri), mereka lapor polisi. Tapi ini kan mereka layangkan surat terbuka dan kemudian mereka eksekusi dalam bentuk pelemparan batu kemudian teror pembakaran masjid,” tutur Hidayat. [islamedia/republika]

Related Posts

Facebook Comments