Temuan Lembaga Pemantau Islamofobia: Penyerangan atas Muslim Perancis Naik Empat Kali Lipat

Seorang muslimah anggota Kolektif melawan Islamofobia di Perancis (CCIF) membagi-bagikan cemilan khas Perancis "pain au chocolat," di depan stasiun kereta Saint-Lazare pada 10 Oktober 2012 di Paris, sebagai bentuk protes atas pernyataan islamofobik petinggi partai sayap kanan Perancis kala itu.

Islamedia – Lembaga Pemantau Islamofobia dari Dewan Muslim Perancis memperingatkan ihwal meningkatnya serangan dan ancaman Islamofobia di Perancis selama enam bulan (Januari – Juni 2015) terakhir ini.  Peningkatannya disebutkan hingga empat kali lipat dibanding tahun 2014.

Kepala Lembaga Pemantau, Abdallah Zekri mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan AlJazeera.net pada Jumat (17/7) lalu, bahwa jumlah tindakan-tindakan dan ancaman anti-muslim mencapai jumlah 274 kasus selama semester pertama 2015. Padahal pada periode yang sama tahun 2014, menurut data Kementerian Dalam Negeri Perancis, angkanya tidak melebihi 72 kasus.

Menurutnya, angka-angka tersebut belum merefleksikan jumlah penyerangan dan ancaman sebenarnya terhadap muslim di Perancis, karena banyak warga muslim tidak melaporkan ke polisi serangan yang menimpa mereka. Zekri menambahkan bahwa laju tindakan-tindakan islamofobia di Perancis telah meningkat secara dramatis, khususnya setelah serangan teroris Januari lalu di Paris. Ia secara keras mengkritik mereka yang mempersalahkan muslim atas serangan teroris tersebut.

Kepala Lembaga Pemantau memandang politisi Perancis bersikap “acuh tak acuh” terhadap penyerangan-penyerangan atas muslim, serta tidak memperlihatkan reaksi yang tepat untuk melawannya. Ia juga mengkritik keterlibatan para politisi dalam apa yang disebutnya sebagai “pidato provokatif” secara terus menerus.

Diperkirakan ada sekira lima juta warga muslim, sebagian besarnya dari Afrika Utara, yang hidup di Perancis. Jumlah itu menjadi yang terbesar dibanding populasi muslim di negara-negara lainnya di Eropa Barat. (iina/ismed)

Facebook Comments