Tauhidullaah Adalah Konsep Ketuhanan yang Paling Superior

Islamedia – Mengapa konsep Tuhan kita yang paling superior? Apa bedanya seorang Muslim dengan yang lainnya?,” tanya Akmal beretorika pada awal penjelasan materinya.

Perkuliahan SPI Fatahillah kelima pada hari Rabu (05/10/16) kembali dibawakan oleh pria asli Minang, Akmal Sjafril, yang membahas seputar Tauhidullaah. Akmal menjelaskan dengan gamblang bahwa Tauhidullaah merupakan konsep ketuhanan yang paling superior karena menjadi dasar dari segala aspek kehidupan secara paripurna.

Berbeda dengan konsep ketuhanan yang lain, menurut Akmal, “Islam adalah agama yang sangat jelas menerangkan jati diri Tuhan, meskipun dalam bentuk yang abstrak.”

Berbeda dengan cara kebanyakan, Akmal tidak langsung menjelaskan tentang tauhidullaah secara rinci, melainkan mengajak peserta untuk mengenal konsep-konsep ketuhanan dalam agama lain terlebih dahulu. Dengan demikian, para peserta mampu menyimpulkan sendiri mana konsep ketuhanan yang paling baik.

Menjadi seorang muslim adalah anugerah yang luar biasa dan seharusnya disyukuri oleh setiap Muslim. Umat ini seharusnya bangga dengan ke-Islam-annya,” tegas Akmal ditengah-tengah pemaparannya.

Dalam mitologi Yunani, tidak ada konsep akhirat yang diajarkan. Dewa Zeus yang sering ditokohkan dalam film-film Hollywood dan juga kartun Walt Disney pada kenyataannya merupakan dewa yang kejam, amoral, tidak mengajarkan kasih sayang dan asusila. Hal ini dijumpai dari sumber-sumber sejarah Yunani kuno sendiri. “Coba bayangkan bagaimana jika Zeus yang kita sembah? Seperti apa moralitas umat yang menyembah Zeus yang amoral?,” ujar Akmal.

Tauhidullaah adalah ciri Islam, mencakup keesaan Allah dalam Dzat-Nya, sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya. Pemahaman manusia terhadap Allah akan menentukan worldview orang tersebut. “Konsep dienullah yang benar memberikan landasan berpikir secara utuh bahwa kehidupan politik, sosial dan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari agama, tapi agama akan memberikan fondasi yang lebih manusiawi akan persoalan tersebut,” ujar salah seorang peserta SPI Fatahillah, Yeni. [irma/islamedia/abe]

Related Posts

Facebook Comments