Siaran Pers Kementrian ESDM Ternyata Sepakati Kontrak Freeport Diperpanjang

Siaran Pers, Perpanjangan Kontrak Karya Freeport (esdm.go.id)

Islamedia – Beberapa pekan ini publik disuguhi dengan drama ‘Papa Minta Saham’, yang membuat opini publik tertuju hanya padan sidang yang digelar MKD (Majelis Kehormatan Dewan).

Namun apa yang terjadi, kontrak karya PT. Freeport yang akan berakhir dan perlu dievaluasi menjadi terlupakan.

Ternyata kementerian ESDM yang dipimpin Sudirman Said justru telah menyepakati perpanjangan kontrak karya perusahaan emas terbesar didunia itu hingga tahun 2041.

Berikut siaran pers tersebut tertanggal 9 Oktober 2015 yang dikutip dari laman resmi kementrian ESDM di www.esdm.go.id

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 61/SJI/2015
Tanggal : 9 Oktober 2015

PT FREEPORT INDONESIA DAN PEMERINTAH INDONESIA MENYEPAKATI KELANJUTAN OPERASI KOMPLEK PERTAMBANGAN GRASBERG PASCA 2021

Freeport-McMoRan Inc. hari ini mengumumkan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pemerintah Indonesia telah menyepakati operasi jangka panjang dan rencana investasi PT-FI. Saat ini, pemerintah sedang mengembangkan langkah-langkah stimulus ekonomi termasuk didalamnya revisi peraturan pertambangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Besarnya investasi PT-FI dan komitmen yang telah dan sedang berlangsung telah memberikan manfaat bagi Indonesia, menjadi sebuah pertimbangan kesepakatan ini, termasuk meningkatnya nilai royalti, pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, divestasi dan konten lokal. Pemerintah telah meyakinkan PT-FI bahwa Pemerintah akan menyetujui perpanjangan operasi pasca 2021 termasuk kepastian hukum dan fiskal yang terdapat pada Kontrak Karya.

Chairman of the Board Freeport-McMoRan Inc, James R. Moffett, menyatakan, “Kami sangat senang dengan jaminan kepastian hukum dan fiskal dari Pemerintah Indonesia. Kami berharap melanjutkan kemitraan dan rencana investasi jangka panjang kami untuk memajukan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian di Papua,”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, “Kami menyambut baik kelanjutan investasi Freeport di Papua yang akan meningkatkan perekonomian lokal dan nasional.”

 

Catatan :

Apa yang dijadikan pertimbangan Kementrian ESDM sama sekali belum terealisasi. Royalty Freeport sangat rendah. Belum ada tanda tanda Freeport akan melakukan pengolahan di dalam negeri. Freeport melanggar kewajibannya melakukan divestasi hingga 51 %.

Freeport sama sekali mengabaikan kewajibannya menyangkut penggunaan lokal konten. Kebijakan menteri ESDM yang menyepakati keberlanjutan Operasi pertambangan Grasberg setelah 2021 adalah melawan UUD 1945, melawan UU Minerba dan mencederai amanat penderitaan rakyat. kebijakan Menteri ESDM bisa dianggap sebagai pengkhianatan yang besar.[islamedia/CJ/YL]

Facebook Comments