Siapa yang Menyuruh Mesir Menenggelamkan Terowongan-terowongan Jalur Gaza?

Menteri Infrastruktur Israel Yuval Steinitz mengungkapkan fakta terkait kebijakan Mesir baru-baru ini. Pemerintahan rezim kudeta Mesir melakukan tindakan membanjiri terowongan-terowongan yang menghubungkan antara Jalur Gaza dan Sinai dengan air laut. Menteri Israel itu tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa kebijakan Mesir itu dilakukan atas permintaan Israel.

“Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi membanjiri terowongan-terowongan di perbatasan negaranya dengan Jalur Gaza dengan air, itu dilakukan atas permintaan Israel,” kata Steinitz dalam seminar yang digelar Sabtu (6/2/2016) lalu di Bir Sheva, demikian Israel Radio menyiarkan sebagaimana diangkat Middle East Monitor.

“Koordinasi keamanan antar kedua negara (Israel dan Mesir) mencapai tahap yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” ujar Steinitz di hadapan peserta seminar yang membahas hubungan kedua negara itu.

Pada beberapa bulan terakhir, tentara Mesir telah dan terus menenggelamkan jaringan terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dan Sinai, sehingga tidak bisa lagi dilalui dan dimanfaatkan rakyat Palestina.

Jalur Gaza sendiri sudah diblokade oleh Zionis Israel tak kurang dari 9 tahun terakhir ini. Tak ayal blokade tersebut membuat penderitaan warga Jalur Gaza makin menjadi. Tak hanya bahan bangunan yang dibutuhkan untuk meendirikan kembali rumah-rumah yang dibombardir Israel, tetapi bahan bakar, bahan makanan dan obat-obatan pun menjadi barang langka di Jalur Gaza.

Terowongan-terowongan bawah tanah itulah yang kemudian menjadi jalur distribusi darurat barang-barang kebutuhan primer bagi warga Gaza. Terowongan-terowongan itu tak ubahnya urat nadi bagi kehidupan warga Jalur Gaza.

Steinitz sendiri dikenal dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia merupakan salah satu anggota kabinet yang berpengaruh. (ismed/memo)

Facebook Comments