#SaveUyghur, Derita Muslim Xinjiang Yang Dilarang Berpuasa Ramadhan

Islamedia  Delapan juta Muslim Uighurs di Provinsi Xinjiang saat ini dilarang berpuasa. Guru, murid, anggota partai, pegawai dilarang berpuasa. Orangtua juga dipaksa memastikan anaknya tidak puasa. Pegawai diminta memberikan jaminan lisan dan tertulis kalau mereka tidak beragama, tidak akan ikut kegiatan keagamaan dan menjadi contoh dalam ‘tidak berpuasa’.

Desember lalu, perempuan berjilbab dilarang muncul di ruang publik di Urumqi, ibukota Xinjiang yang mayoritas penduduknya Muslim.

Tekanan China pada Muslim sudah berjalan lama, hanya saja media yang diberangus dan wartawan asing yang diawasi ketat membuat tekanan itu tak banyak terdengar keluar.

September 2014 lalu, Ilham Tohti, Profesor Ekonomi dan blogger yang banyak berjuang secara damai untuk hak-hak Muslim, dijatuhi hukuman seumur hidup dengan tuduhan memprovokasi pemisahan Muslim dari China. Asetnya disita negara.

Lebih dari 200 orang meninggal dalam kekerasan di Xinjiang sejak musim semi lalu. China menyalahkan konflik itu pada separatis yang ingin merdeka, teroris, dan penyebar Islam radikal. Suku Uighur menjelaskan kekerasan itu merupakan protes mereka yang sudah putus asa terhadap peminggiran di bidang ekonomi dan larangan negara untuk beribadah.[Maimon Herawati/IM/YL]

Facebook Comments