‘ Radikalisasi Terjadi Bukan Hanya Karena Masalah Ideologi, Tapi Juga Bisa Terjadi Karena Sikap Represif Polisi pada Masyarakat ‘

Bertemu wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di ruang kerjanya, KSPI menginginkan agar posisi MPR diperkuat, tidak dilemahkan. Lemah dan kuatnya posisi MPR diakui akan berpengaruh pada keadaan buruh atau pekerja.

Hal tersebut diungkapkan Presiden KSPI, Selasa 19 Januari 2016, demikian Viva.

Di samping itu, dalam kesempatan kunjungan itu, Iqbal yang datang bersama pengurus lainnya mengutuk keras tindakan teror yang terjadi beberapa waktu lalu di Jl. Thamrin, Jakarta. Ia berharap semua pihak termasuk MPR mengambil langkah untuk menderikalisasi pelaku teror.

Iqbal menyebutkan, bahwa radikalisasi bisa terjadi bukan hanya karena masalah ideologi dan soal kemiskinan atau ketimpangan sosial, namun juga bisa terjadi karena sikap represif aparat polisi kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, sikap represif bukan hanya oleh teroris, namun juga oleh aparat terhadap kaum buruh dan pekerja. Hal inilah yang menurut Iqbal membuat buruh benci pada polisi.

“Sikap represif aparat mengancam demokrasi kaum buruh. Kekerasan dilakukan bukan hanya oleh teroris namun juga oleh aparat,” katanya.

Selain itu, KSPI juga memberi dukungan pada langkah MPR yang saat ini giat melakukan Sosialisasi 4 Pilar. Sedangkan soal pertumbuhan ekonomi, diakui Iqbal hanya dinikmati oleh kalangan kelas menengah dan adanya rencana pengampunan pajak bagi para pengusaha. KSPI mengharap agar kaum buruh dan rakyat kecil lebih diperhatikan.

Hidayat Nur Wahid sendiri mengucapkan terima kasih atas kedatangan KSPI. Ia mengatakan memang tugas pemerintah untuk mensejahterakan rakyat sesuai dengan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, dan juga soal Sosialisasi 4 Pilar memang itu merupakan tugas lembaga yang digawanginya. Diungkapkannya bahwa MPR sudah menyampaikan masalah sosialisasi kepada pemerintah agar pemerintah lebih banyak mengambil peran. Pemerintah yang mempunyai struktur sampai ke bawah dianggap mampu melakukan sosialisasi secara masif. [vivanews/islamedia]

Facebook Comments