Puluhan Tahun Persiapan, Museum Nasional Negara Muslim Ini Akhirnya Dibuka, Tapi Sayang …

Islamedia – Setelah bertahun-tahun menempuh berbagai upaya dan pembicaraan, serta tiga tahun setelah upacara peletakan batu pertama, tahap pertama museum nasional ini akhirnya diluncurkan untuk dibuka bagi masyarakat.

Bertempat di kota Birzeit, Ramallah bagian utara, di kawasan Tepi Barat Terjajah, museum nasional Palestina pertama tersebut resmi dibuka pada Rabu pekan lalu, setelah 20 tahun masa penantian dan persiapan. Demikian seperti dilaporkan laman kantor berita IINA.

Sebelumnya dikabarkan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas bakal menghadiri upacara pembukaan proyek senilai 28 juta dolar AS tersebut.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Museum,  Omar al-Qattan, menyampaikan perasaan sukacitanya. “Betapa luar biasanya akhirnya kami dapat membuka gedung museum ini, setidaknya, secara tepat waktu,” katanya kepada Al Jazeera.

Namun museum dengan bentuk gedung seperti huruf W itu belum diisi barang-barang koleksi. Rencana pelaksanaan pameran pembuka, jadinya dibatalkan pada Maret lalu, karena ada ketidaksepakatan antara dewan pimpinan museum dengan mantan direktur sebelumnya Sedianya pameran pembuka bertajuk “Tak Pernah Terpisahkan” akan digelar dengan menghadirkan koleksi pusaka Palestina, di antaranya artefak milik para pengungsi Palestina.

Direktur Museum yang baru, Mahmoud Hawari, yang pernah dipercaya sebagau kurator utama di Museum Inggris Raya di London, tampil menjadi pengganti Jack persekian yang sebelumnya memimpin museum sejak peletakan batu pertama. Ia mengundurkan diri pada Desember lalu untuk alasan yang tak dikemukakan kepada publik. Persekian diketahui sebagai pihak yang bekerja mempersiapkan pameran pembuka.

Aljazeera melaporkan bahwa koleksi museum tersebut masih kosong hingga musim gugur mendatang.  (iina/ismed/aljazeera)

Facebook Comments