Puluhan Ribu Buruh akan ‘Serbu’ Istana Presiden

Menyikapi melemahnya rupiah dan perlambatan ekonomi yang disusul dengan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, hampir 50 ribu buruh se-Jabodetabek akan melakukan aksi unjuk rasa ke jalan serentak di 20 provinsi.

Said iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mengungkapkan jika unjuk rasa tersebut akan dilakukan di Istana Presiden, dan lanjut ke Kementerian Kesehatan, “Aksi akan dilakukan 1 September dengan titik kumpul bundaran Hotel Indonesia pukul 10.00 untuk long march ke Istana Presiden dilanjutkan Kementerian Kesehatan,” ujarnya, Jumat (28/8).

Sebagaimana dilansir republika.co.id, selain menuntut diturunkannya harga barang dan bahan bakar minyak (BBM), penolakan buruh terhadap PHK akibat melemahnya rupiah dan perlambatan ekonomi, serta menolak masuknya pekerja asing (wajib berbahasa Indonesia), buruh juga menuntut naiknya upah minimal 22 persen pada 2016 untuk menjaga daya beli serta komponen hidup layak 84 item.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan pemerintah juga perlu merevisi peraturan pemerintah tentang jaminan pensiun, memperbaiki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, khususnya dengan menghapus sistem INA CBGs dan Peraturan Menteri Kesehatan No 57 Tahun 2011 yang membuat tarif murah, dan membubarkan pengadilan hubungan industrial (PHI) dengan merevisi UU No 2 Tahun 2004.

“Penjarakan pula Presdir PT Mandom Bekasi yang mengakibatkan 27 buruh meninggal dan copot Menteri Ketenagakerjaan yang tidak berbuat apapun,” papar Iqbal. [republika/islamedia]

Facebook Comments