Pro dan Kontra Soal Kehadirannya, Yuk Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muhammad Al-Arifi

Syaikh DR Muhammad Al Arifi

Islamedia – Acara Tabligh Akbar yang rencananya akan menghadirkan dai asal Arab Saudi, Syaikh Muhammad Al-Arifi sudah beredar luas di media sosial.

Bersama dengan ulama lainnya yaitu KH Muhammad Arifin Ilham, KH Abdul Rasyid, Ust. DR Khalid Basalamah, Ust. Yusuf Usman Baisa, Lc, Prof. DR. Habib Ahmad Al-Kaff, dan Ust. Bactiar Nashir MA. Syaikh Al-Arifi direncanakan akan menghadiri tabligh akbar tersebut pada pertengahan bulan Januari 2016 mendatang.

Meskipun acara tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi, banyak sekali statement-statement yang berseliweran terkait dengan acara tersebut. Banyak yang mendukung kehadiran Syaikh Al-Arifi ke Indonesia, dan ada pula yang begitu reaktif dengan memberikan penolakan terhadap kehadiran Syaikh Muhammad Al-Arifi seperti yang dilakukan oleh kelompok syiah.

Supaya lebih bersikap bijak, ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang biografi Syaikh DR Muhammad Al-Arifi.

Seperti dilansir fokusislam.com, Kamis (26/11/2015), berikut ini biografi singkat Syaikh Muhammad Al-Arifi.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdurrahman bin Malahi Al-Arifi Al-Jabiri Al-Khalidi. Lahir dari kabilah Bani Khalid pada tahun 1390 H atau sekitar 1970 M di kota kecil Al-Quway’iyah, namun tumbuh besar di kota Dammam.

Syaikh Al-Arifi menempuh pendidikan dasar di kota tersebut sampai meneruskan ke jenjang kuliah. Saat kuliah, Syaikh Al-Arifi mengambil jurusan Ushuluddin di Imam Muhammad ibn Saud Islamic University dan lulus pada tahun 1411 H. Syaikh Al-Arifi kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas yang sama dan meraih gelar S2 (1416 H).

Selanjutnya Syaikh Al-Arifi melanjutkan program doktoral di universitas yang sama. Disertasi beliau berjudul “Pendapat-pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang kelompok Shufi” (1421 H).

Selain menempuh pendidikan formal, Syaikh DR Muhammad Al-Arifi juga duduk belajar di majlisnya para ulama. Berikut nama guru-guru Syaikh Muhammad Al-Arifi :

  • Syaikh Abdullah bin Baz. Syaikh Al-Arifi belajar Fikih dan Tafsir kepada Syaikh Abdullah bin Baz dalam rentang waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Enam tahun Syaikh Al-Arifi belajar kepada Syaikh bin Baz sejak 1413-1419 H
  • Syaikh Abdullah Jibrin. Kepadanya, Syaikh Al-Arifi belajar fikih dan tauhid dari 1413-1421 H.
  • Syaikh Abdul Karim Al-Lahim. Kepadanya Syaikh Al-Arifi mempelajari ilmu Faraidh
  • Syaikh Abdurrahman Nashir Al-Barak.
  • Syaikh Al-Arifi juga mendapat ijazah Al-Quran dari beberapa orang Qurra.
  • Dan beberapa ulama lainnya

Sebagai seorang dai, Syaikh Al-Arifi tidak lepas dari kegiatan agama. Selain menjadi khatib di salah satu masjid di Riyadh, Syaikh Al-Arifi juga mendapat kehormatan untuk menjadi penasihat dalam berbagai lembaga Islam. Syaikh Al-Arifi juga menjadi anggota Persatuan Internasional Ulama Muslimin (International Union of Muslim Scholars/IUMS).

Syaikh Al-Arifi juga aktif berbicara di berbagai televisi dan internet untuk menyampaikan dakwahnya.

Jihad Suriah

Nama Syaikh Muhammad Al-Arifi semakin dikenal saat revolusi Suriah meletus. Pasalnya, dengan retorika bahasa yang mumpuni, Syaikh Al-Arifi berhasil menyadarkan banyak orang akan krisis yang sebenarnya terjadi di Suriah. Dengan penyampaiannya, Syaikh Al-Arifi membuat rezim diktator Bashar Assad ketar-ketir.

Makanya, tak aneh jika kemudian Syaikh Al-Arifi menjadi salah satu musuh rezim Syiah Suriah. Bahkan salah satu media nasional Suriah tidak segan untuk melontarkan fitnah terhadap Syaikh Al-Arifi.[Islamedia/Aziz/fokusislam/YL]

Facebook Comments