Prihatin Kondisi Musholla di Stasiun Kereta Api, Netizen Sebar Foto ini

Jamaah Gunakan Pinggir Peron untuk Sholat (foto: Sigit Kamseno)

Islamedia – Seorang netizen, Sigit Kamseno menuliskan keprihatinannya melihat kondisi musholla (tempat ibadah) yang berada di stasiun kereta api.

“Mungkin foto ini perlu banyak kita share agar pihak manajemen KRL Jabodetabek bersegera menyediakan tempat ibadah yang representatif untuk penumpang yang tentu mayoritas beragama Islam,” tulis Sigit di laman facebooknya, Sabtu malam (8/8/2015).

Ia melihat jamaah sholat maghrib menggunakan pinggir peron akibat tidak layaknya musholla yang terlalu sempit dan tidak dapat menampung jamaah sholat.

Agar tak jadi ironi dimana umat Islam hidup di sebuah negara mayoritas Muslim, dengan jumlah lebih dari 200 juta penduduknya beragama Islam, namun kesulitan mencari tempat shalat representatif di fasilitas-fasilitas publik.

“Sudah tak terhitung betapa sulitnya kaum Muslimin yang hendak shalat di stasiun yg harus mengantre di tempat wudhu demikian sesaknya. Antri shalat demikian lamanya. Padahal space untuk bangun mushalla masih tersedia,” ungkap Sigit yang merupakan ketua bidang humas One Day One Juz (ODOJ).

Menurutnya Stasiun Bojonggede, Juanda, Tanah Abang, dan lain-lain, mushollanya terlalu sempit dan sangat tidak layak.

Pria yang sering menggunakan kereta ini berharap manajemen KRL berikan penumpang pelayanan yang baik dengan menyediakan mushalla yang layak agar tetap bisa tunaikan shalat di sela-sela perjalanan.[islamedia/YL]

Facebook Comments