Presiden PKS: Perbaikan dan Pendalaman Struktur Ekonomi Indonesia Harus Jadi Prioritas

Islamedia – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman mengatakan pendalaman struktur ekonomi Indonesia harus menjadi prioritas.

“Struktur ekonomi Indonesia tidak mengalami pendalaman. Sehingga ketika rupiah turun saja, Indonesia goncang. Sekarang dolar hampir mencapai 15 ribu. Menurut simulasi Bank Indonesia kita krisis. Ini menjadi PR bagi siapapun yang menjadi Presiden. Pendalaman struktur ekonomi harus menjadi prioritas,” ujar Sohibul Iman dalam Dialog Tokoh bersama Presiden PKS di Hotel Harmoni One dalam rangkaian acara #MuswilPKSKepri, Jumat (2/10/2015) malam.

Sohibul Iman mengatakan, tantangan jangka pendek ekonomi Indonesia yang paling terasa saat ini adalah perlambatan ekonomi.

“Hal ini juga disebabkan oleh perlambatan ekonomi di tingkat global. Ekonomi Amerika, Cina dan Eropa juga melambat. Kenapa berimbas ke Indonesia karena negara-negara itu adalah tujuan ekspor kita. Tujuan ekspor kita tak berubah, Jepang, Cina, Amerika. Hal yang paling krusial adalah struktur ekononi kita juga bermasalah,” paparnya.

Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, jika tidak ada pendalaman struktur industri, Batam pun akan mengalami hal yang sama.

Selain itu, dia juga menjelaskan akan banyak turunan-turunan dari pelemahan struktur ekonomi ini. Diantaranya pengangguran dan kemiskinan.

“Kemiskinan bertambah karena pelambatan ekonomi. Dengan kenaikan BBM yang hampir miskin jadi miskin,” katanya.

Memang, lanjut pria yang akrab disapa Kang Iman ini, Indonesia masih menikmati pertumbuhan ekonomi yang lumayan.

“Tapi kondisi ekonomi yang disebut lumayan itu ada gap antara yang kaya dan miskin. Jarak antara kaya dan miskin makin menganga. Rasio genie sudah 4,2. Hal ini akan menjadi bom waktu jika tidak diatasi segera. Lampu kuning akan jadi lampu merah,” tegasnya.

Sohibul Iman juga mengatakan dunia saat sekarang ini sedang mengalami tiga persoalan, yakni krisis makanan, krisis energi dan krisis air.

“Tiga persoalan ini tantangannya sangat besar. Siapa pun yang menjadi Presiden harus bisa menjawab tantangan ini. Pak Jokowi sebagai Presiden dalam jangka pendek harus bisa mengatasi hal ini,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan masyarakat Indonesia juga sudah tidak memiliki daya beli yang luar biasa.

“Untuk itu Pemerintah harus mengelola APBN dengan baik. Begitu juga daerah harus mengelola APBD dengan baik. Duitnya ada tapi penyerapan kecil. Mudah-mudahan Pemerintah pusat dan daerah mampu mengelola APBN dan APBD dengan baik,” katanya.

Facebook Comments