Penyidik Ungkap Temuan Surat yang Dibuat Pria Penembak Dubes Rusia

Islamedia – Sebuah surat yang ditulis pria pembunuh duta besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, telah ditemukan oleh penyidik, ungkap Kepala Jaksa Penuntut Umum Ankara Harun Kodalak.

Surat tersebut menyebutkan, aksi brutal Rusia di dunia menyebabkan pembunuhan tersebut yang terjadi di sebuah galeri seni beberapa waktu lalu.

Penyidik menganggap pesan dalam surat tersebut adalah upaya untuk mengalihkan perhatian ke hal-hal lain.

Mevlu Mert Altintas, mantan polisi Turki berusia 22 tahun, menembak Karlov di sebuah galeri seni. Saat kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa Rusia dan Amerika akan segera berakhir. “Kalian tidak akan merasa aman selama kami, Arab, tidak merasakan keamanan di negeri kami,” ujarnya, dikutip dari Middle East Online.

Polisi menunjukkan bahwa, selain surat itu, mereka menemukan buku-buku lain yang ditulis oleh penulis Arab. Mereka menekankan bahwa buku tersebut tidak mengacu pada ide ekstremis.

Penyidik tidak berhasil mengakses telepon selular milik Atlinta dan mengatakan akan mengirimkannya pada seorang ahli di Rusia jika masih gagal memperoleh informasi yang ada di telepon seluler tersebut.

Akibat kejadian itu, keluarga Atlinta ditahan oleh pihak berwenang Turki untuk diinterogasi.

Penahanan telah meningkat untuk menyertakan imam masjid dari Sekolah Polisi mana Altinats telah lulus di kota Izmir, selain empat polisi yang lain, juga telah ditangkap menyusul insiden penembakan tersebut. [islamedia/abe]

Facebook Comments