Pemerintah Mesir Tutup Perlintasan Rafah, Warga Gaza Tidak Bisa Berangkat Umroh

Penutupan perlintasan Rafah oleh pemerintah Mesir sejak 2014 mengakibatkan warga Gaza dua tahun berturut-turut tidak bisa menunaikan ibadah umroh ke tanah suci.

Rombongan terakhir warga Palestina yang menunaikan umrah adalah tahun 2014 dan perlintasan Rafah ditutup setelah itu secara berturut-turut tanpa ada rombongan jamaah umroh yang bisa melintas, demikian keterangan Ketua asosiasi lembaga perusahaan layanan haji dan umroh Iwadl Abu Madzkur

Dalam konferensi persnya di lembaga Rumah Jurnalis di Gaza Selasa kemarin (15/3), Abu Madzkur juga menegaskan bahwa komunikasi telah dijalin dengan kepala urusan haji dan umroh di Kementerian Wakaf di Otoritas Palestina bahwa, sebanyak 1100 calon jamaah umroh setiap 2 Pekan selama dua pekan diberikan izin akan tetapi karena tidak ada titik terang dalam persoalan ini maka mereka tidak ada yang bisa berangkat.

Dilansir oleh Info Palestina, kerugian ekonomi yang diderita oleh Palestina karena perusahaan haji dan umroh semakin kehilangan penghasilan tanpa adanya ganti rugi atau bantuan kepada mereka, ujar Abu Madzkur, diperkirakan setiap tahun mencapai 1 juta dolar.

Sementara itu Amir Sa’ad, koordinator Pusat demokrasi dan HAM menegaskan, penutupan Rafa oleh Mesir menghalangi warga Palestina untuk bisa menunaikan hak mereka untuk bertransportasi berobat dan belajar termasuk serta melakukan ibadah adalah tindakan melanggar piagam tersebut. Bahkan bertentangan dengan undang-undang agama. Lebih dari itu Mesir bisa diseret ke dunia internasional untuk di minta pertanggungjawaban secara hukum. [infopalestina/islamedia]

Facebook Comments