Pelaku Teror di Tolikara Belum Ditangkap, Netizen Buat Petisi Online “Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya”

Islamedia – Sampai hari ini, Ahad (19/7/2015) pelaku teror di Tolikara belum juga ditangkap dan diungkap.

Menyikapi hal itu, netizen bergerak membuat PETISI online dilaman change.org dengan judul “Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya”.

Petisi yang diinisiasi Maimon Herawati ini mulai beredar hari ini, Ahad (19/7/2015), yang bisa diakses di situs Change.org.

Berikut ISI PETISI:

Mempetisi ke
Presiden RI Joko Widodo
Wapres Jusuf Kalla
Kapolri Badrotin Haiti
Menteri Agama RI Menag Lukman Hakim Saifuddin

Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya

Pembakaran masjid, kios, dan rumah di Tolikara, Papua adalah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan toleransi antar umat beragama. Jika teroris pelaku kejahatan ini tidak segera ditangkap dan diproses secara hukum, kerusuhan sangat mungkin menjalar ke daerah lain. Sentimen agama dan suku adalah api yang sangat mungkin menjalar, meluas dan meruntuhkan NKRI. Ambon adalah sejarah yang tidak ingin kita ulang.

Kami menuntut pemerintah dan aparat terkait untuk segera mencokok pelaku penghangusan masjid, 38 rumah, dan 63 kios, serta penyebab 153 jiwa mengungsi. Korban bukan hanya Muslim, tetapi juga Nasrani asli Papua. BUkankah sehari setelah kejadian, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mendeteksi adanya surat edaran Ketua GIDI wilayah Tolikara, Pendeta Nayus Wenea dan Sekretaris GIDI Pendeta Marthe Jingga yang berisi larangan umat Islam merayakan Idul Fitri di Karubaga Tolikara? Surat itu juga melarang muslimah berjilbab.

Kami minta pemerintah tegas menyebut tindakan itu sebagai tindakan terror dan tidak ada kaitannya dengan nilai agama manapun. Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Albertus Patty menyesalkan pembakaran masjid ini. Ia bahkan meminta aparat mengamankan siapapun pelaku kekerasan itu. Ketua Lembaga Adat Papua, Lenis Kogoya juga mengimbau aparat kepolisian memburu pelaku pembakaran (Republika 18/7).

Teror adalah terror dan tidak ada satu agama pun yang mengarahkan pengikutnya menjadi teroris, yang mengancam kedamaian hidup yang lain.

***

Tolong bantu petisi ini, untuk Tolikara. Silahkan ikut tandatangani dan share.

LINK PETISI: https://www.change.org/p/yth-presiden-ri-jokowi-wapres-jusuf-kalla-kapolri-badrotin-haiti-menag-lukman-hakim-siafuddin-usut-tuntas-teror-tolikara-dan-cokok-pelakunya

Facebook Comments