Pelaku Penyerangan Sholat Idul Fitri di Papua adalah Teroris

Islamedia – Pengamat sosial media Eko Setiawan mengungkapkan pendapatnya bahwa Tindakan pengrusakan masjid, rumah, kios dan penyerangan terhadap pelaksanaan Ibadah Sholat Idul Fitri di wilayah Tolikara Papua yang dilakukan sekelompok orang pemeluk agama kristen dari Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) sudah masuk dalam kategori tindakan terorisme dan para pelakunya disebut teroris.

Secara bahasa makna terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat.” ujar Eko kepada Islamedia, jum’at malam (17/7/2015).

Lebih lanjut Eko juga meminta aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian untuk bertindak adil dan tegas terhadap tindakan-tindakan yang berkaitan terorisme. Apa yang dilakukan oleh kelompok orang dari pemeluk kristen ini sudah sangat jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk menjalankan Ibadah.

Jangan sampai muncul dibenak masyarakat Indonesia bahwa aparat kepolisian mengidentifikasikan teroris hanya kepada Islam, ketika tindakan terorisme dilakukan pemeluk agama selain Islam aparat kepolisian diam.” tambah Eko. [islamedia]

Facebook Comments