Parlemen Mesir Godok RUU Pelarangan Niqab

Islamedia – Sejumlah anggota parlemen Mesir tengah menyusun RUU yang melarang penggunaan penutup wajah atau Niqab di tempat umum.

Penggunaan Niqab, jubah hitam yang menutupi seluruh wajah kaum perempuan, kecuali bagian mata dinilai parlemen Mesir tidak Islami, demikian The Washington Post mengabarkan Jumat (11/3/2016).

”Niqab berasal dari tradisi Yahudi yang hadir sebelum zaman Islam,” ujar Asma Nosseir, anggota parlemen Mesir yang mendukung larangan Niqab tersebut.

Asma Nosseir yang juga profesor perbandingan jurisprudensi di Universitas Al Azhar ini menjelaskan, ayat-ayat Al Quran bertentangan dengan penggunaan jubah hitam yang disebut Niqab itu.

”Al Quran bahkan mendorong penggunaan pakaian yang lebih moderat dan hanya menutupi rambut saja. Bukan bagian wajahnya,” jelas Asma Nosseir, dikutip dari Inilah.

Bila RUU pelarangan Niqab itu disetujui parlemen, maka UU itu akan memukul kelompok garis keras Islam Mesir.

Diketahui, larangan pemakaian Niqab di kampus dan saat mengajar di rumah-rumah sakit juga dilakukan Universitas Cairo di bulan lalu kepada para dokter dan perawatnya.

”Keputusan larangan penggunaan Niqab selama jam kerja untuk melindungi hak dan kepentingan pasien,” demikian pernyataan resmi Universitas Cairo.

Selain itu, tahun lalu, perguruan tinggi terkenal tersebut juga melarang para profesor dan dosennya menggunakan Niqab di kampus. Pihak Universitas Cairo mengungkapkan banyak yang mengadu karena sulit melakukan komunikasi bila berhubungan dengan seseorang yang tertutup wajahnya karena mengenakan Niqab. [inilah/islamedia]

Facebook Comments