Parade Tauhid Indonesia digelar di Jakarta 16 Agustus, Bangkitkan Nilai Tauhid

Islamedia – Bangsa Indonesia telah kehilangan nilai-nilai tauhid, tergerus oleh sikap pragmatis dan permisif yang kian massif. Lebih memprihatinkan lagi, kondisi ini terutama juga terjadi pada para elitnya.

Parade Tauhid Indonesia (PTI) diselenggarakan untuk membangkitkan nilai-nilai tauhid yang kian luntur tersebut.

“Tergerusnya nilai-nilai tauhid inilah yang menyebabkan Indonesia kian hari kian terpuruk hampir di segala bidang. Kita harus hentikan segera. Itulah sebabnya kami menggelar Parade Tauhid Indonesia.

Lewat kegiatan ini  diharapkan bangsa Indonesia kembali sadar, bahwa tauhid adalah pondasi sekaligus solusi atas segala problem yang dihadapi manusia,” ujar Edy Mulyadi, Ketua I Panitia Parade Tauhid Indonesia.

Menurut dia, sejatinya tauhid sebagai suatu yang sangat penting sudah diakui oleh para pendiri bangsa. Para beliau sadar betul, bahwa betapa pun hebatnya perjuangan, bagaimana pun besarnya pengorbanan, pada hakekatnya kemerdekaan hanya bisa terjadi karena campur tangan, kehendak, dan karunia Allah SWT.

“Pengakuan para pendiri bangsa itu dinyatakan secara gamblang di alinea tiga Pembukaan UUD 1945, ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa …‘ Parade Tauhid Indonesia bermaksud membangkitkan kembali kesadaran ummat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya akan hal ini. Dari sini kita berharap Allah menolong bangsa kita bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang berjaya,” ungkap Edy.

Hal senada juga disampaikan Haikal Hassan, Ketua II Panitia Parade Tauhid Indonesia. Kegiatan yang mengambil momentum mensyukuri 70 tahun kemerdekaan ini menjadikan Bertauhid dalam Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai tema sentral. Tumbuhnya kembali kesadaran tauhid menjadi amat penting bagi setiap muslim dan bangsa Indonesia pada umumnya dalam menjalani kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

“Kami sengaja menekankan Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai proklamasi kembali, bahwa Islam diturunkan sebagai agama damai dan keselamatan. Untuk menebarkan rahmat bagi alam semesta. Bukan hanya bagi sesama manusia, tapi bagi seluruh alam semesta. Tauhid juga berarti amanah dalam memimpin, jujur, tidak korupsi, selalu mengedepankan kepentingan rakyat, rela berkorban, menjaga persatuan dan kesatuan, dan lainnya. Inilah bagian dari makna besar Islam rahmatan lil ‘alamin,” papar Haikal.

Sejumlah tokoh telah memberi dukungan untuk pelaksanaan acara ini, diantaranya yaitu Pemimpin Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ustad Yusuf Mansur, Ustad Bachtiar Nasir, Ustad Arifin Ilham, KH. A Cholil Ridwan, KH Abd Rasyid Asy Syafii, dan lainnya.[PTI/islamedia/YL]

Facebook Comments