Pameran Buku di India, Pengunjung Serbu Stan Buku Keislaman

Islamedia – Stan yang menyuguhkan buku-buku keislaman didatangi banyak pengunjung dalam pameran buku Madurai Book Fair yang berlangsung di Madurai, Tamil Nadu, India bagian selatan. Demikian dilansir Times of India pada Senin (7/9/2015) lalu.

Petugas mengatakan stanbukunya terus-menerus didatangi arus pengunjung muslim yang tampak bersemangat memperluas pengetahuan melalui buku bacaan keislaman.

Sebagai contoh, Sajida Book Centre Publications memiliki koleksi buku dengan tema akhlak, kebebasan wanita, dan hukum-hukum Islam. A Subaida (21 tahun), seorang mahasiswi dari Ramanathapuram mengatakan, dirinya membeli sebuah edisi terjemahan bahasa Tamil dari buku “Ma’alim Fi Thariq” karya Sayyid Quthb, seorang cendekiawan muslim yang telah melahirkan 24 judul buku dan dikenal luas di dunia Islam

“Karya-karya beliau membahasa dan menjawab persoalan-persoalan peran sosial politik Islam di abad modern,” kata Subaida.

“Saya membeli buku ‘Arshin Nizhalil’ yang ditulis maulawi Syed Rahman Umari. Buku ini berbicara mengenai aturan-aturan dalam Islam, di mana misalnya konsumsi liquor itu dilarang benar-benar. Buku ini juga menjelaskan arti penting kaum muslimah memperoleh pendidikan,” kata Abdul Rajak, seorang Imam dari distrik Sivaganga.

Buku mengenai perihidup Nabi Muhammad SAW juga terjual laris manis. ‘Ar-Rahiq Al-Makhtum’, sebuah buku sirah yang membahas pelajaran-pelajaran dan kehidupan spiritual Rasulullah, sudah terjual sebanyak 80 eksemplar dalam beberapa hari.

Muhammad Shamil, seorang penanggung jawab (PJ) stan buku di Sajida Book Center menjelaskan, bahwa buku sirah nabawiyah yang aslinya ditulis dalam bahasa Arab dan Urdu itu, mendapatkan penghargaan juara pertama dari Liga Muslim Dunia dalam Konferensi Islam pertama, menyusul diselenggarakannya kompetisi terbuka untuk penulisan buku kisah hidup Nabi Muhammad, yang diselenggarakan pada tahun 1979.

Selain itu, buku keuangan Islam pun menarik banyak peminat. Buku bertajuk ‘Bank Islam Tanpa Riba’ laris manis diburu para pembeli.

“Buku tersebut cukup mencerahkan, karena mengkaji soal perbankan dalam Islam, yang sesuai dengan norma etik-hukum dalam Islam,” kata S Tahira, seorang wanita karir dari Nelpettai. (indiatimes/wikipedia/ismed)

Facebook Comments