Pajak Diskotik Dihapus, Menkeu: Agar Terjadi Harmonisasi

Islamedia – Menkeu menyangkal pemerintah memberikan kelonggaran perpajakan bagi kegiatan hiburan dan kesenian, termasuk klab malam, diskotik, dan panti pijat, dengan adanya peraturan tersebut.

“Peraturan Menteri Keuangan yang kami keluarkan hanya menegaskan atau intinya untuk harmonisasi peraturan karena dalam pajak itu tidak boleh ada double taxation, satu objek tidak boleh dikenai pajak dari dua arah,” ujar Menkeu dalam rapat kerja mengenai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) APBN 2014 dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (24/8) malam.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk hiburan dan jasa kesenian oleh pemerintah dilakukan agar terjadi harmonisasi, karena pajak tersebut selama ini sudah dipungut dan dikelola pemerintah daerah.

Ia mengatakan bahwa pajak mengenai hiburan sudah dikeluarkan oleh pemda dengan tarif sesuai dengan kebijakan masing-masing.

“Dalam aturan, bisa sampai 75 persen. Akan tetapi, di setiap daerah mempunyai kebijakan masing-masing dalam menentukan,” tutur Menkeu.

Dengan dikeluarkannya PMK 158 tersebut, dia mengatakan bahwa kini tidak terdapat lagi tabrakan antara penarikan PPN sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan UU PDRD yang diatur Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sebelumnya, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2015 tentang Kriteria Jasa Kesenian dan Hiburan Yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Berdasarkan aturan baru tersebut beberapa jenis hiburan yang ditegaskan untuk tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yakni:

-Tontonan film;
-Tontonan pergelaran kesenian, tontonan pergelaran musik, tontonan pergelaran tari, dan/atau tontonan pergelaran busana;
-Tontonan kontes kecantikan, tontonan kontes binaraga, dan tontonan kontes sejenisnya;
-Tontonan berupa pameran;
-Diskotik, karaoke, klub malam, dan sejenisnya;
-Tontonan pertunjukan sirkus, tontonan pertunjukan akrobat, dan tontonan pertunjukan sulap;
-Tontonan pertandingan pacuan kuda, tontonan pertandingan kendaraan bermotor, dan permainan ketangkasan; serta
-Tontonan pertandingan olahraga.

 

 

 

sumber: Antara

Facebook Comments